SIANTAR, HETANEWS.com - Gerombolan pengamen jalanan mengusik ketenangan para remaja yang sedang latihan menari di Lapangan Haji Adam Malik Kota Siantar pada Selasa (27/7/2021) malam.

Hal tersebut diunggah dalam bentuk video oleh salah satu dancer di Ig Storiesnya. Pemilik akun @o.dhika.o yang akrab disapa Dhika itu menceritakan kronologinya hingga mereka terlibat perkelahian dengan pengamen jalanan tersebut.

Ia mengaku hal ini bukan pertama kalinya mereka mengganggu muda-mudi yang kerap latihan disitu. Namun tidak terduga kenakalan pengamen jalanan tersebut semakin tidak terkontrol, dan malah melakukan pemalakan kepada Dhika dan teman-temannya.

"Awal kejadiannya semalam itu teman kami yang diganggu. Anak brandal itu awalnya ngamen, terus maksa minta duit. Kawanku baik dikasihlah 2 ribu. Eh malah kurang katanya, yaudah dikasih 3 ribu lagi. Eh malah minta 50 ribu, kan gak logika," terangnya.

Pengamen yang tidak diberi uang sesuai kemauannya itupun mulai melontarkan cacian dan masih tidak digubris oleh pihak Dika, hingga sekitar pukul 20.00 WIB para pengamen itu mulai melontarkan berbagai ancaman.

"Terus dijelek-jelekin lah kami, sampai kami lagi latihan juga digangguin lewat kata-kata. Awalnya biasa aja sampe sekitar jam 8 lewat kata-kata mereka makin ngerih, smpai kata-kata kasar, dan ancam-ancam mau ambil hp kami, gimana gak risih," ujar Dika kesal.

Hal tersebut menjadi pemicu timbulnya perkelahian dan pengeroyokan yang dilakukan pengamen tersebut kepada Dika dan teman-temannya.

"Sampai ada teman kami 4 orang cowok datang niatnya mau mendiamkaan mereka. Salah satunya mendatangi mereka nyuruh diam. Eh malah nyolot mereka, terus langsung dikeroyok teman kami yang satu itu, trus makin menjadilah keroyokan 4 lawan mereka rame," jelasnya lagi.

Dilihat dalam video yang dikirimnya kepada tim hetanews.com, teman-teman Dhika berlarian ketakutan menghindari insiden pengeroyokan tersebut.

Atas kejadian ini, Dhika dan teman-temannya berharap kepada pihak-pihak terkait agar mengusut dan mengamankan para pemuda-pemuda nakal yang sudah meresahkan masyarakat di Kota Siantar, dan juga mereka berharap agar pemerintah daerah bisa memberikan anak-anak muda berbakat seperti mereka ruang untuk mengekspresikan diri lebih luas lagi tanpa diliputi rasa was-was.