SIANTAR, HETANEWS.com - Kasus warga terpapar positif covid-19 di Kota Siantar semakin meningkat pesat. Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Siantar pada Selasa (27/7/2021) terdapat 99 kasus baru dalam sehari.

Menanggapi hal tersebut Anggota DPRD Kota Siantar, Metro Bodyart Hutagaol menegaskan pentingnya penelusuran kontak erat pasien terpapar covid-19 (tracing) untuk mencegah penularannya. Metro mengatakan saat ini tracing yang dilakukan Satgas tidak maksimal dan memakan proses yang panjang.

"Tim gugus, Dinas Kesehatan dan RSUD harus berkoordinasi aktif untuk mengambil langkah kebijakan penanganan di Siantar kerena kasus terpapar covid semakin meningkat," ujar Metro, dikonfirmasi pada Rabu (28/7/2021).

Metro berujar tracing menjadi salah satu upaya pencegahan penularan, apalagi Kota Siantar memiliki ketersediaan test PCR di RSUD Djasamen Saragih yang harusnya dimanfaatkan seoptimal mungkin ketika krisis penularan virus mematikan ini semakin tak terkendali. 

"Terbukti dengan penuhnya ruang isolasi di RSUD, RS Vita Insani dan RS Tentara sebagai rumah sakit rujukan. Untuk itu proses tracing penting untuk pencegahan penularan. Saat ini kita punya alat PCR swab di RSUD dan hasilnya bisa selesai dalam 6-7 jam, namun belum optimal dalam pelayanan dikarenakan hanya menerima pasien PCR Swab pada hari Senin, Rabu, Jumat," terangnya.

Metro juga mengatakan saat ini beberapa rumah sakit di Siantar malah mengirim test PCR Swab kebeberapa rumah sakit di Medan yang tentu saja memakan waktu yang panjang dan menyulitkan proses tracing itu sendiri.

"Yang jadi pertanyaan kenapa kita (RSUD) menjadi leader di Siantar utuk pemeriksaan Swab PCR dengan lebih mengoptimalkan fasilitas dan SDM yang ada," tutur Metro.

Anggota DPRD Fraksi Demokrat itu pun mendesak Satgas Covid-19 tegas terhadap seluruh rumah sakit yang ada di Kota Siantar agar melaksanakan Instruksi Gubernur Sumut dengan tidak menolak pasien positif covid-19 dan memberikan fasilitas terbaik.

"Satgas Covid-19 Siantar harus tegas agar lebih mengoptimalkan pelayanan dan penanganan covid. Saat ini rumah sakit full untuk penanganan covid padahal fasilitas ruangan kita masih cukup banyak yang kosong dan bisa menarik pegawai puskesmas untuk membantu penangan," terangnya.