SIANTAR, HETANEWS.com - Rohayani Purba (33) alias Gea, terbukti membunuh korban Riamsa Nainggolan yang tak lain istri mantan Sekretaris Daerah [Sekda] Kota Siantar. Dihukum 18 tahun penjara disidang online Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Rabu (28/7).

Vonis yang dibacakan hakim Derman Nababan SH didampingi dua hakim anggota Rahmat Hasibuan dan Irma Nasution SH itu, konform (sama) dengan tuntutan jaksa Firdaus Maha SH. 

Warga Tanjung Maria, Nagori Sigodang Barat, Kecamatan Panei itu dinyatakan bersalah melanggar pasal 339 KUHP tentang menghilangkan nyawa orang disertai tindak pidana lain. 

Menurut hakim, berdasarkan fakta persidangan, korban Riamsa Nainggolan ditemukan tak bernyawa di dalam gudang rumahnya di jalan Medan Area Kelurahan Proklamasi, Siantar Barat pada Sabtu, 27 Februari 2021. 

Korban tewas karena dibunuh oleh terdakwa Gea. Wanita 33 tahun itu merupakan salah satu penghuni kost milik korban yang sudah banyak menunggak uang sewa. Karena terus ditagih dan dimarahi, sehingga terdakwa merasa sakit hati kepada korban.

Awalnya korban mendatangi kos kosan miliknya di jalan Pane Gang Bazooka untuk menemui terdakwa yang sudah menunggak. 

Karena korban tidak berhasil menemui Gea, maka dengan menggunakan kunci duplikat membuka kamar Gea dan mengambil pakaian terdakwa, sebagai jaminan agar terdakwa segera membayar hutangnya. 

Mengetahui hal itu, terdakwa mendatangi korban di rumahnya di jalan Medan Area untuk meminta pakaian yang sudah diambil korban.

Saat itu korban sedang makan, dan terus menagih hutang terdakwa sambil marah marah. Terdakwa berusaha meminta waktu untuk membayar hutangnya. Tapi korban terus mengancam akan melaporkan hal itu kepada anaknya.

Usai makan, korban mengajak terdakwa turun ke dapur rumahnya sambil memerintahkan terdakwa membawa buah nanas dan pisau. Ketika menuruni anak tangga, korban masih saja merepet sehingga terdakwa menjadi kesal.

Lalu terdakwa mendorong tubuh korban yang sudah diujung tangga hingga jatuh terguling dibawah tangga. Karena korban terus berteriak, terdakwa langsung membekap korbannya dengan bantal kursi yang ada di dekat kepala korban sambil memegang pisau.

Akibatnya korban lemas, dan pisau yang dipegang sempat melukai bagian tangan korban dan pipi. Lalu tubuh korban ditarik ke dalam gudang dengan posisi duduk.

Terdakwa pun membersihkan kapuk/busa bantal yang sempat berserakan dan membersihkan percikan darah korban agar tidak diketahui orang. Bantal dan pisau dibuang ke sungai yang ada di belakang rumah korban melalui jendela dapur.

Setelah bersih, terdakwa mengambil uang Rp 800 ribu dari dompet korban dan juga handphone. Lalu mengambil kunci di atas meja dan keluar dari rumah korban sambil mengunci pintu rumah. Terdakwa berhasil diamankan di Medan. 

Baca juga: PPKM Mikro Lagi-lagi Diperpanjang, Taman Bunga Terancam Tutup