SIANTAR, hetanews.com - Satgas Covid-19 bersama TNI/Polri lakukan pantauan langsung ke Rumah Singgah OTG Covid-19 di Jalan Sisingamangaraja Kota Siantar pada Rabu (28/7/2021) siang.

Tercatat saat ini pasien yang dirawat di rumah singgah tersebut berjumlah 48 orang tanpa gejala dan gejala ringan hasil dari rujukan puskesmas dan rumah sakit.

Melonjaknya pasien positif covid-19 yang membuat rumah sakit penanganan covid penuh mengharuskan pasien-pasien tersebut melakukan isolasi mandiri (isoman). Hal tersebut tentu dinilai kurang efektif sehingga pemerintah berencana akan memindahkan pasien isoman ke rumah singgah tersebut.

"Isoman akan kita pindah kemari. Diharapkan ke depan kalau terjadi lonjakan tidak bisa lagi isoman makanya kita siapkan dulu fasilitasnya. Jangan kita suruh orang isolasi terpusat disini tapi ini belum siap," ujar Daniel Siregar selaku Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Siantar.

Untuk saat ini dijelaskan Daniel fasilitas yang diterima pasien rumah singgah cukup memadai dan asupan gizi cukup terpenuhi. Serta juga disediakan wifi untuk mereka berkomunikasi menyampaikan keluhan lewat Wa Group.

"Fasilitas yang diterima makan 3 kali sehari dengan asupan gizi yang cukup sesuai arahan dokter gizi. Dalam 2 kali seminggu ada petugas medis yang dikirim Dinkes kemari. Nah kalau tiba-tiba ada yang membutuhkan penanganan serius kita sudah sediakan ambulance yang stay disini," jelas Daniel.

Sedangkan untuk pasien yang menjalani isoman di rumah masing-masing berada dalam pantauan pihak kelurahan. 

"Itu kita harapkan juga peran dan fungsi RT/RW supaya ini (pasien isoman) jangan berkeliaran. Nah kemudian ada puskesmas di sekitar situ, itulah yang memantau mereka di sana," tutup Daniel.