LAMPUNG, HETANEWS.com - Beredar di media sosial mengenai dugaan pembelian tes swab antigen seharga Rp 90 ribu dalam bus di KM 33 Tol Lampung ruas Kalianda, Lampung Selatan, Lampung.

Dalam video berdurasi 1 menit 34 detik tersebut, nampak petugas berseragam APD membagikan surat swab dan menarik pembayaran kepada sejumlah penumpang.

Soal video ini, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Muslimin Ahmad mengatakan rapid tes antigen di KM 33 Tol Lampung ruas Kalianda tersebut legal.

Menurutnya, pelaksanaan tes swab antigen di KM 33 tersebut membantu para penumpang yang belum punya swab dan sudah ditentukan juga di sana setiap pelaksanaan swab dikenakan biaya Rp 90 ribu.

Ia juga mengatakan adanya kesalahpahaman karena video yang kurang lengkap. Lantaran hanya menampilkan saat pembagian hingga berkesan ilegal

"Saat bus yang viral itu sampai sana memang semuanya pada turun melaksanakan swab, cuma kan pada saat swab itu banyak, sambil nunggu hasil karena mungkin merasa tempatnya nggak ada. Para penumpang kembali ke bus dan sambil menunggu hasilnya," jelasnya.

Pihaknya juga telah meminta keterangan petugas yang memakai APD di bus tersebut. Berdasarkan keterangan petugas itu, kondektur itu diminta mengambil hasilnya dan sekaligus bayar tes tersebut.

"Karena memang kan berbayar 90 ribu. Tapi kondektur-nya nggak mau akhirnya petugas itu yang naik ke bus memberikan hasil dan narik biayanya," lanjutnya.

Terjadinya hal tersebut, Muslimin juga menegaskan legal Test Swab di KM 33 Lampung ini. Pasalnya, untuk membantu pengendara ataupun penumpang yang belum memiliki surat keterangan swab-nya.

"Sampai sekarang masih beroperasi. Malem tadi dicek juga masih ada yang melaksanakan di situ," ungkapnya.

Diketahui, petugas yang melayani tes tersebut dari As-Salam Medical Center (AMC), Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Bahkan, AMC sudah memiliki izin operasional dari pihak-pihak terkait.

"AMC sudah beroperasi seperti itu 3 kali ini. Pada awal PPKM sampai tanggal 20 terus diperpanjang sampai 26. Begitu juga PPKM Level 4 yang diperpanjang saat ini," terang Muslimin.

Terhadap penyebar video, ia mengatakan penyebar sudah diperiksa oleh anggota di Jambi karena KTP penyebar Jambi.

"Sudah dimintai keterangan. Dia mengakui semuanya turun untuk swab," tutupnya. (*)

sumber: kumparan.com