JAKARTA, HETANEWS.com - Polisi kini tengah mendalami kasus penipuan perekrutan PJLP Satpol PP DKI Jakarta. Pelaku berinisial YF bahkan juga merekrut warga untuk menjadi PJLP di dinas lain.

YF menawarkan pekerjaan tak resmi itu kepada sejumlah warga. Warga yang tertarik harus membayar uang Rp 9 juta-Rp 25 juta. Tak kurang 9 orang berhasil direkrut saat itu.

Mereka lalu diberi seragam dan diberi penugasan layaknya anggota Satpol PP resmi. Tapi, mereka digaji jauh di bawah standar UMP, hanya Rp 900 ribu dari seharusnya Rp 3 juta.

YF lalu mengelola uang dari warga untuk membayar gaji mereka. Sisanya, uangnya dibeli untuk keperluan pribadi.

"Beli iPhone 12 terbaru dengan harga sekitar Rp 20 juta terus sepeda motor baru," kata YF seperti dikutip dari Antara, Rabu (28/7).

"Uangnya digunakan untuk menggaji mereka (PJLP) yang lain," tambah dia.

Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan, pihaknya langsung bergerak begitu mendengar adanya dugaan anggota Satpol PP gadungan yang direkrut tidak sesuai SOP.

Tim lalu berhasil menangkap YF di kawasan Ujung Menteng. Berikut dengan anggota rekrutannya.

Setelah diperiksa, YF bekerja sama dengan tantenya berinisial BA dalam merekrut sembarangan orang.

YF mengaku sebagai Kepala Bidang Pengembangan Satpol PP DKI Jakarta juga telah merekrut Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Satpol PP, kemudian Dinas Perhubungan, Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

"Kalau ditotal mungkin bisa sekitar ratusan juta rupiah," kata Arifin.

Arifin merinci ada sembilan warga yang direkrut sebagai PJLP Satpol PP bohongan dengan mematok harga Rp9-25 juta. Sebanyak lima orang untuk PJLP Dinas Citata dengan dipatok harga Rp7 juta.

Sementara untuk PJLP di Dishub, YF berhasil merekrut delapan orang dengan dipatok harga Rp5 juta. Untuk PJLP Dinas PTSP Yosi berhasil merekrut 14 orang dengan dipatok harga Rp5 juta.

"Dia dibantu bibinya, yakni BA dengan biaya yang dipatok bervariasi, dari Rp 5 juta sampai Rp 25 juta per orang," ujar Arifin.

sumber: kumparan.com