SIMALUNGUN, Hetanews.com - Majelis hakim diketuai Roziyanti SH, menghukum terdakwa Akmal Saragih (41) selama 7 tahun 6 bulan denda 800 juta subsider 6 bulan penjara. Putusan hakim dibacakan dalam persidangan online di Pengadilan Negeri Simalungun, Rabu (28/7) yang digelar secara online.

Terdakwa bertempat tinggal di Huta Bah Bayu Kelurahan Kerasaan I Kecamatan Bandar itu terbukti memilik sabu seberat 0,17 gram. Dan dipersalahkan melanggar pasal 112 (1) UU RI No.35/2009 tentang narkotika.

Sebelumnya, jaksa Firmansyah SH menuntut pidana penjara selama 8 tahun dan denda yang sama dengan putusan hakim. Terdakwa sebelumnya pernah dipidana dalam kasus yang sama. Pada tahun 2013 divonis 5,6 tahun.

Fakta persidangannya, terdakwa diamankan warga dan diserahkan kepada Babinkamtibmas pada Minggu, 07 Pebruari 2021 karena diduga akan melakukan pencurian sepeda motor di depan rumah Suriadi Lingkungan III Rambung Susu Kelurahan Kerasaan I Kecamatan Pematang Bandar.

Saat diamankan, terdakwa berupaya membuang sesuatu dari kepalan tangannya. Petugas menemukan sabu yang dibalut dengan uang pecahan Rp 50 ribu. Lalu terdakwa dibawa ke Polres Simalungun untuk diproses hukum.

Kepada petugas, terdakwa mengakui jika sabu di beli dari Bokong (DPO) seharga Rp 300 ribu di Huta Bah Bayu. Lalu menggunakan sabu di areal kebun sawit dekat rumahnya, sisanya dibungkus dengan uang pecahan 50 ribuan.

Hingga akhirnya ditangkap warga karena diduga curanmor. Didampingi pengacara Fransiskus Silalahi SH dari LBH PK, terdakwa menyatakan menerima putusan tersebut. Persidangan dibantu panitera pengganti Jonni Sidabutar SH dinyatakan selesai dan ditutup.