JAKARTA, HETANEWS.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah mengeluarkan tiga instruksi tentang pembatasan Covid-19, seiring Indonesia memperpanjang pembatasan sosial yang ketat.

Indonesia baru-baru ini memperkenalkan sistem kewaspadaan Covid-19 yang baru. Sistem penskalaan pembatasan berkisar dari satu hingga empat, dengan level empat memiliki aturan Covid-19 yang paling ketat.

Selama akhir pekan, Presiden Joko "Jokowi" Widodo memutuskan untuk menambahkan satu minggu lagi ke pembatasan sosial tingkat empat — sekarang berlangsung hingga 2 Agustus.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Tito mengeluarkan tiga instruksi yang merinci tingkat pembatasan yang akan diterapkan di suatu daerah.

"Sesuai instruksi Presiden, pembatasan sosial kita perpanjang hingga 2 Agustus. Kita sudah luncurkan tiga instruksi Mendagri nomor 24, 25, dan 26," kata Tito, Senin.

Yang pertama dari tiga instruksi baru itu mencakup pembatasan tingkat empat dan tiga Covid-19 di pulau Jawa dan Bali. Itu berlaku di 95 tingkat, empat kota/kabupaten, 33 tingkat, tiga kota/kabupaten di dua pulau.

Instruksi kedua dalam daftar menempatkan Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua di level empat. Instruksi tersebut berlaku untuk 45 kota/kabupaten di 27 provinsi di wilayah tersebut.

Last but not least adalah instruksi tersendiri terkait penertiban di daerah-daerah di level 3, 2, dan 1. Dalam instruksi ini, Tito juga menghimbau agar posko-posko penanganan Covid-19 di desa dan kelurahan dapat dioptimalkan untuk menekan penularan.

Secara total, sekitar 276 kabupaten/kota berada di level tiga, sedangkan 64 lainnya berada di level dua,” kata Tito. Menurut Tito, ada sedikit perbedaan terkait instruksi yang baru dikeluarkan terkait pembatasan Level 4 Jawa-Bali, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Usaha kecil ini —mulai dari pedagang kaki lima, gerai voucher telepon hingga tempat pangkas rambut—dapat buka hingga pukul 8 malam. dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Sebenarnya kami tidak pernah melarang sebelumnya, tapi kami ingin tegaskan bahwa ini bisa dilakukan dengan peraturan pemerintah daerah masing-masing dan protokol kesehatan yang ketat,” kata Tito.

Warung makan tradisional (warteg), pedagang kaki lima, atau toko jajanan sejenis di area terbuka dapat tetap buka hingga pukul 8 malam. Mereka juga harus membatasi makan malam mereka hanya untuk tiga orang sekaligus. Setiap pelindung hanya memiliki waktu 20 menit untuk makan.

Opsi makan di tempat masih tidak tersedia untuk restoran dan kafe di area tertutup — apakah mereka memiliki lokasi sendiri atau berada di dalam pusat perbelanjaan. Mereka masih harus berpegang pada pengiriman atau takeaways.

Pemerintah daerah akan mengatur detail teknis lebih lanjut terkait pembatasan tersebut, kata Tito. Dalam keterangannya, Tito berharap kenaikan kasus Covid-19 akan melambat pada 2 Agustus. Jika demikian, hal ini akan mempengaruhi berbagai sektor, termasuk tingkat hunian tempat tidur.

“Kami berharap jika semuanya efektif, kita bisa maju bersama. Tentu kita berharap tingkat [pembatasan] ini semakin turun sehingga membuka ruang bagi kita untuk melakukan kegiatan, termasuk kegiatan ekonomi,” kata Tito.

Sumber: jakartaglobe.id