Catatan Redaksi

Siantar, hetanews.com – Simpang siur informasi yang beredar tentang pelantikan wakil walikota Siantar, dr Susanti belum mendapat kejelasan, karena berbagai pihak terkait diam membisu, bahkan wakil rakyat yang sebagai lumbung keterangan terkesan sembunyi dibalik rangkai kata kata tanpa aksi nyata.

Melihat situasi ini, ada yang terlupakan mendagri dan wakil rakyat, undang undang dibentuk atau dibuat untuk menciptakan kesejahteraan bagi warganya, bukan terbalik, yakni mengesampingkan cita cita mulia itu karena ragam penafsiran regulasi yang ada.

Kerap terdengar dalam diskusi kedai kopi, undang undang mana yang mau dipergunakan untuk melantik dr Susanti jadi wakil walikota Siantar, UU Pilkada atau Pemerintah Daerah, yang terlontar dari para pemikir, seakan mengilangkan esensi dari peraturan tersebut tercipta, demi kesejahteraan warga.

Menilik dari makna kesejahteraan warga, seharusnya mendagri dan wakil rakyat harus mengilangkan egonya dengan menggunakan akal sehat, yang merupakan pemberiaan Tuhan yang paling mulia bagi manusia. Mereka harus melihat urgensi dari pelantikan setelah mengamati proses pembangunan yang terjadi sekarang ini.

Pabila selama memimpin Hefriansyah Noor dianggap berhasil dalam membangun kesejahteraan bagi warganya, maka sudah sepantasnya untuk dipertahankan hingga masa jabatannya berakhir., dan meminta agar yang terpilih memaklumi karna ini dilakukan atas nama kesejahteraan warga.

Namun pabila dipikir tidak memberikan dampak bahkan terkesan minus prestasi, maka regulasi tidak boleh menghambat warga ingin merasakan kepemimpinan yang baru, apalagi hal tersebut dari prosuk Pilkada. mendagri dan wakil rakyat harus segera melantik dr Susanti agar suasana baru hadir, dan meminta yang bersangkutan menghasilkan pembangunan yang baik di Siantar.

Sesuatu yang tidak berdampak untuk apa dipertahankan apalagi saat ini negara bahkan dunia sedang mengalami pandemi. Warga membutuhkan pemimpin yang membawa kesegaran dan dapat dipercaya. Apakah dr Susanti dapat memwujudkan hal tersebut? Kita bukan Tuhan yang bisa memprediksi masa depan, tapi kita bisa juga berharap ada perubahan.

Marilah para petinggi pemerintahan dan wakil rakyat, apakah benar yang ada sekarang ini pantas untuk dipertahankan. Kalau masih, kami berharap dr Susanti bersabar, kalau tidak maka dengan mengatasnamakan kesejahteraan warga Siantar, regulasi bukan berubah menjadi penjara. Warga Siantar menanti hati nurani wakil rakyat dan mendagri yang punya kekuatan untuk mewujudkannya.

Pimred

Tommi Simanjuntak