SIANTAR, hetanews.com - Menanggapi peredaran narkoba di Kota Siantar yang kian merebak terlihat dari tangkapan-tangkapan Polres Siantar hampir setiap harinya, anggota DPRD Siantar minta Polisi dan BNN lebih maksimal menangani hal tersebut.

Netty Sianturi, Anggota DPRD Komisi II Kota Siantar ditanyai pada Selasa (27/7/2021) menyarankan kepada Polisi dan BNN untuk membongkar sindikat-sindikat narkoba yang masih berkeliaran.

"Kalau menurut saya Polisi dan BNN itu janganlah hanya pemakai yang dikejar tapi pengedarnya juga gembong besarnya jangan cuma pengedar kecil aja, agar Polisi dan BNN itu lebih maksimal lagi kinerjanya. Karena setiap hari kan ada tangkapan dan itukan hanya pemakai, pengedarnya gimana?," ujar Netty dalam dialognya.

Sekolah yang masih saja dilakukan secara daring/online tentu saja ditakutkan anak-anak yang memiliki banyak waktu kosong akan menyalahgunakan waktunya ke hal-hal negatif seperti mengkonsumsi barang haram tersebut apalagi pengedar masih berkeliaran bebas.

"Anak-anak kan gak sekolah sehingga ditakutkan mereka mencari pelarian ke arah situ. Jadi diminta kepada orangtua agar lebih waspada lagi mengawasi anak-anak kita apalagi saat ini pandemi kegiatan mereka lebih banyak longgar," tambahnya lagi.

Saat ditanya kapan sekolah akan kembali melakukan pembelajaran tatap muka, Anggota DPRD Fraksi Gerindra tersebut mengaku belum berniat melakukan hal itu dikarenakan keadaan Kota Siantar yang saat ini sedang dalam zona merah.

"Sekolah belum bisa tatap muka karena ini kan kita lagi PPKM, kita harus menaati peraturan pemerintah. Jadi kita pun dari DPRD dan khususnya dari Partai Gerindra belum berniatlah untuk melakukan tatap muka," jelas Netty.