SIANTAR, Hetanews.com - Apau als Riko (35) warga jalan Pematang Kelurahan Simalungun dan Edi Supriadi (50) warga jalan Madura Bawah Siantar Barat, masing masing divonis 9 tahun denda Rp 1 Milyar subsider 3 bulan penjara. Kedua terdakwa terbukti mengedarkan/menjual pil extacy dan dinyatakan bersalah melanggar pasal 114 (2) UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

Putusan hakim Vivi Siregar SH didampingi hakim anggota dibacakan dalam persidangan online di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Selasa (27/7). Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa Ester Lauren Harianja SH yang sebelumnya menuntut pidana penjara selama 10 tahun denda Rp 1 Milyar subsider 6 bulan penjara.

Barang bukti 52 butir pil extacy dinyatakan dimusnahkan. Sedangkan barang bukti uang 1.000.000 dirampas untuk negara.

Keduanya terbukti mengedarkan pil extacy di salah satu tempat hiburan malam (THM) . Para terdakwa ditangkap Satres Narkoba Polres Siantar Davis Silalahi, Alwin Sihombing, Soliandri dan Sormin pada Sabtu, 9 Januari 2021 sekira pukul 23.30 wib.

Petugas yang telah mendapatkan informasi melakukan penyamaran dengan berpura pura sebagai pembeli kepada terdakwa Edi. Setelah memberikan uang Rp 400 ribu, Edi menyerahkan 2 butir pil extacy dan langsung ditangkap.

Kemudian petugas memerintahkan Edy untuk menyuruh terdakwa Apau masuk ke ruangan vip 8 di THM tersebut . Saat Apau datang, langsung diamankan petugas bersama barang bukti 50 butir pil extacy dari dalam kotak rokok Sampoerna. 

Selain itu, juga disita uang hasil penjualan pil extacy dari saku celana kanan terdakwa Apau senilai Rp.600 ribu dan saku kiri senilai Rp.400 ribu. Dinyatakan dirampas untuk negara. BB pil extacy dan handphone dirampas untuk dimusnahkan.

Dalam persidangan, terdakwa didampingi pengacara Erwin Purba SH MH menyatakan pikir-pikir atas vonis tersebut.