Simalungun, Hetanews.com - Majelis hakim diketuai Mince Ginting SH menjatuhkan vonis lebih tinggi kepada terdakwa Hartama Sitinjak (42), jadi 6 tahun. Sebelumnya, terdakwa hanya dituntut 5 tahun oleh Jaksa Dedy Chandra Sihombing SH.

Tapi hakim berpendapat lain, selama persidangan terdakwa terlihat biasa saja dan tidak ada rasa penyesalan. Sehingga vonisnya dinaikkan hakim menjadi 6 tahun penjara.

Menurut hakim, warga Dusun Hinalang Nagori Pinang Ratus Kecamatan Jorlang Hataran itu telah terbukti bersalah melanggar pasal 354 (1) KUH Pidana. Putusan hakim dibacakan dalam persidangan yang digelar secara online di Pengadilan Negeri Simalungun, Selasa (27/7). 

"Terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dalam pasal 354 KUHP, menjatuhkan pidana penjara selama 6 tahun," kata Mince SH disidang siang itu.

Berdasarkan fakta hhkum yang terungkap dalam persidangan, terdakwa terbukti melakukan penikaman di bagian perut saksi korban sebanyak 3 kali. Perbuatan itu dilakukan terdakwa tepat di depan rumah saksi korban Pande Parulian Siahaan pada Sabtu, 10 April 2021 lalu sekira pukul 23.45 wib.

Malam itu, terdakwa merasa tidak senang dengan ucapan saksi korban yang sudah menasehatinya. Awalnya, saksi korban ada mendengar jika terdakwa akan membunuh abang kandung terdakwa.

Lalu korban yang bermaksud melihat kandang ayamnya yang berjarak 150 meter dari rumahnya, si tengah jalan bertemu dengan terdakwa yang sedang mengendarai sepeda motor. Korban memanggil terdakwa dan menasehatinya. 

Tak terima dinasehati, terdakwa marah dan terjadi pertengkaran mulut. Saksi Belandina Situmorang, saksi Darling Siahaan dan saksi Maruli Sianipar yang melihat pertengkaran itupun langsung melerai dan saksi korban pulang ke rumahnya.

Pada saat saksi korban akan duduk di kursi yang berada di teras rumahnya, rupanya terdakwa sudah berada di belakang korban. Terdakwa langsung menancapkan pisau ke bagian perut korban sebanyak 3 kali. 

Mendengar suara ribut, istri korban Santi Sianipar dan anaknya melihat dari dalam rumah dan berteriak. Sehingga terdakwa melarikan diri. Korban dapat diselamatkan setelah mendapatkan pertolongan medis.

Korban luka sesuai Visum et revertum No.13921/RM/VER/IV/2021 yang dibuat dokter Sersanta Bakti Pinem pada RS Vita Insani Pematangsiantar.

Terdakwa Hartama disidangkan secara online di Pengadilan Negeri Simalungun. (Foto/ay)