Simalungun, Hetanews.com - Lilik Suheri als Lilik (38) warga Huta II jalan Sederhana Nagori Perdagangan II Kecamatan Bandar, terbukti jualan sabu seberat 6,37 gram divonis 8 tahun bulan denda Rp.1,2 Milyar subsider 6 bulan penjara. Putusan hakim legih ringan dari tuntutan jaksa Firmansyah SH, yang sebelumnya menuntut pidana penjara selama 9 tahun denda Rp.1 Milyar subsider 1 tahun penjara.

Terdakwa Lilik terbukti menjual sabu kepada Andika Marpaung (28) (disidangkan terpisah) seharga Rp.100 ribu. Andika divonis 3,6 tahun, dan hukumannya ditinggikan. Dari tuntutan jaksa, yang sebelumnya menuntut pidana penjara selama 3 tahun.

Vonis hakim Mince Ginting SH dibacakan dalam persidangan online, di Pengadilan Negeri Simalungun, Selasa (27/7). Lilik dinyatakan bersalah melanggar pasal 114 (1) sedangkan Andika dipersalahkan melanggar pasal 127 (1) UU RI no 35/2009 tentang narkotika.

Keduanya ditangkap petugas kepolisian dari Polsek Bangun pada Senin, 1 Pebruari 2021 sekira pukul 19.00 wib di depan rumah terdakwa Lilik, saat akan bertransaksi. Disaksikan Pangulu Perdagangan II Azwan Damanik, disita barang bukti sabu seberat 6,37 gram (bruto), timbangan digital, dan 2 handphone milik kedua terdakwa.

Andika memesan sabu kepada Lilik seharga Rp 100 ribu melalui pesan WhatsApp. Lalu Lilik menyuruh Andika langsung datang ke rumahnya. Petugas yang telah mendapatkan informasi langsung menangkap kedua terdakwa.

Hal yang memberatkan para terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Sedangkan hal meringankan, terdakwa bersikap sopan. Dalam persidangan, para terdakwa didampingi pengacara Fransiskus Silalahi SH.