SIANTAR, Hetanews.com - Terkait Pasiena RSVI atas nama Cristin Novaleli Panjaitan, Korban Kecelakaan yang dinyatakan Covid-18 pada tanggal 20 Juli 2021, Pada saat di bawa ke RSVI korban mendaftar sebagai pasien kecelakaan lalu lintas, Sesuai Prosedur yang berlaku, Pasien yang mendaftar akan di bawa keruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) sesuai SOP yang berlaku regulasi mengatur setiap pasien yang datang dilakukan tindakan Triage.

RSVI Terhadap pasien yang bersangkutan, sudah melakukan tindakan Triage dengan benar dan tepat dan Dokter yang berjaga pada saat kejadian sudah menganalisis apa tindakan yang harus dilakukan pada saat kejadian, disesuaikan dimasaa pandemi bahwa setiap pasien yang akan melakukan rawat inap harus melakukan skrining atau pencegahan penularan Covid-19.

Setelah Pihak RSVI melakukan Skrining, Humas RSVI, Sutrisno Dalimunthe saat ditemui di Liming Koktung MH Sitorus pada Sabtu, (24/7/21) menjelaskan bahwa tingkat gejala Covid pada saat ini adalah suspek,probable, dan Terkonfirmasi, untuk penegakkan tersebut menurut Kemenkes standart Rapid atau Swab antigen sudah memenugi standart untuk mendeteksi, dan Hasil dari Rapid tersebut dinyatakan Positif, hasil Rapid pun segera di beritahukan kepihak keluarga, dan Keluarga keberatan dengan hasil Rapid pasien kecelakaan lalu lintas tersebut.

Karena di RSVI tidak tersedia ruang operasi beda syaraf untuk pasien covid-19, pihak RSVI Menyarankan agar di rujuk ke Rumah Sakit yang ada di Medan, sebelum rujukan itu disarankan pihak RSVI sudah melakukan kordinasi kepada RSUD Djasamen Saragih, bahwa ICU untuk Pasien Covid sudah Full.

"Bukan penelantaran, yang terjadi pada saat itu pihak keluarga enggan melakukan rujukkan dan lama mendapatkan jawaban ya atau tidaknya, yang di sarankan pihak RSVI pun keluarga  juga tidak mendukung saran rumah sakit, padahal saat itu kondisi pasien sangat Urgen, tapi keluarga sangat lama memberikan jawaban ya atau tidaknya" jawab Sutrisno saat di wawancara.

Baca juga: Nova Laka Lantas Lalu Dinyatakan Covid 19 oleh RSVI, Hembuskan Nafas Terakhir di RSUD Djasamen Saragih