HETANEWS.com - Kisah seorang siswa kelas tiga dari Kalimantan Timur yang menjadi yatim piatu setelah orang tuanya meninggal karena COVID-19 telah menarik hati masyarakat Indonesia di seluruh negeri. Bocah 10 tahun, Vino, masih menjalani karantina sendiri di rumahnya di Kabupaten Kutai Barat. 

Menurut laporan, ibu Vino, Lina Safitri yang berusia 31 tahun, meninggal saat dia hamil lima bulan pada hari Senin, dan ayahnya, Kino Raharjo yang berusia 31 tahun, meninggal sehari setelahnya di rumah sakit yang sama.

Keluarga Vino dilaporkan adalah pendatang dari Jawa Tengah, dan Kino adalah seorang pedagang kaki lima yang menjual pentol (makanan ringan yang menyerupai bakso atau bakso, tetapi dengan lebih banyak tepung singkong daripada daging sebenarnya). 

Margono, kakak laki-laki Kino, mengatakan bahwa Kino menerima suntikan COVID pertamanya pada akhir Juni tetapi jatuh sakit tidak lama kemudian. Kino terus bekerja seperti biasa, berpikir bahwa dia hanya mengalami gejala pasca-vaksinasi. 

Namun, kondisinya memburuk dan dia kemudian dites positif terkena virus corona awal bulan ini. Kino menjalani isolasi mandiri, sedangkan Lina menjalani tes swab PCR yang hasilnya positif. 

Dia kemudian dirawat di rumah sakit karena kehamilannya, tetapi kesehatannya menurun dengan cepat karena dia memiliki riwayat asma. Kino, sementara itu, tidak pulih saat dia mengisolasi di rumah, dan dia akhirnya meninggal. 

Vino juga dinyatakan positif virus corona tetapi tidak menunjukkan gejala. Dia saat ini mengasingkan diri di rumah dan tidak dapat menghadiri pemakaman orang tuanya karena protokol kesehatan. 

“Kami memberi tahu [Vino] bahwa ayah dan ibunya telah meninggal. Dia membalasnya dengan menangis,” kata Margono. 

Dia berkata: 'Bagaimana mereka bisa mati? Ibu dan ayah masih muda.'”

Anggota keluarga besar dan tetangga Vino telah menemaninya dari jauh, beberapa bahkan menginap di bawah tenda darurat untuk memastikan dia tidak sepenuhnya sendirian. 

Menurut Margono, kehadiran anggota keluarga lainnya membuat Vino sedikit terhibur. Salah satu bibi anak laki-laki itu pada akhirnya dapat membawanya ke Jawa Tengah setelah dia menyelesaikan karantina dan ketika pembatasan perjalanan di Indonesia dilonggarkan.

Sumber: coconuts.co