JENEWA, HETANEWS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta semua negara bekerja sama untuk menyelidiki asal-usul Covid-19.

Pernyataan tersebut disampaikan WHO pada Jumat (23/7/2021), sehari setelah China menolak rencana organisasi tersebut melakukan pemeriksaan lanjutan di laboratorium dan pasar di sana.

Melansir Reuters, kasus Covid-19 pertama terdeteksi di Wuhan pada Desember 2019. Sejak saat itu, “Negeri Panda” selalu menolak teori bahwa virus corona bocor dari salah satu laboratoriumnya.

WHO diizinkan melakukan penyelidikan di China awal tahun ini. Setelah itu, tepatnya bulan ini, WHO mengusulkan tindak lanjut dari penyelidikan sebelumnya di China. Namun, usulan tersebut ditolak oleh Wakil Menteri Komisi Kesehatan Nasional China Zeng Yixin pada Kamis (22/7/2021).

Menanggapi penolakan dari China tersebut, Juru Bicara WHO Tarik Jasarevic mengatakan, penyelidikan tersebut sama sekali tidak bermotif politik atau mencari kesalahan.

"Pada dasarnya ini adalah persyaratan yang kita semua harus coba untuk memahami bagaimana patogen masuk ke populasi manusia,” kata Jasarevic di Jenewa, Swiss.

“Dalam hal ini, negara-negara benar-benar memiliki tanggung jawab untuk bekerja sama dan bekerja dengan WHO dalam semangat kemitraan,” sambung Jasarevic.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus berujar, penyelidikan asal-usul Covid-19 terhambat oleh kurangnya data mentah pada hari-hari pertama penyebaran di Wuhan.

Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat (AS), dan beberapa ilmuwan menuntut penyelidikan lebih lanjut, terutama ke Institut Virologi Wuhan.

Sumber: kompas.com