HETANEWS.com - Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi memberikan penjelasan terkait video dengan narasi yang menyebut Kapolsek Belawan Kompol Daniel Naibaho seolah membiarkan aksi tawuran antarwarga yang terjadi di Medan Belawan pada Rabu (21/7).

Hadi mengatakan bahwa saat itu, Daniel bersama sejumlah personel sudah datang ke lokasi kejadian untuk mencoba meleraikan aksi tawuran. Namun, jumlah kekuatan personel tak sebanding dengan jumlah massa dalam kerusuhan tersebut.

Lalu, kata Hadi, Daniel meminta bantuan ke Polres Belawan, Brimob hingga TNI. Bantuan pun datang dan akhirnya tawuran bisa dibubarkan pada malam itu.

"Itu yang mungkin tidak dipahami oleh masyarakat. Tapi yang jelas Kapolsek dengan anggota beberapa datang itu sudah berusaha melerai," ucap Hadi.

Sebelumnya, beredar video rekaman warga yang memperlihatkan Kapolsek Medan Belawan Kompol Daniel Naibaho eolah-olah membiarkan aksi tawuran antarwarga yang menyebabkan gereja dibakar di Medan Belawan, Medan pada Rabu (21/7) dini hari.

Dalam video tersebut, terdengar ucapan perekam video yang mengatakan Daniel tidak bertindak apa-apa atas kerusuhan yang sedang terjadi.

"Ngapain bapak di sini berdiri? Ngapain berdiri sendiri kalian? Apa tindakan? Ini Kapolsek. Foto saya, foto, saya pengacara Poltak Tampubulon. Apa yang kalian lakukan? Masa berdiri aja? Amankan sana," ucap seorang pria perekam video tersebut.

"Yang berdiri siapa, pak?" jawab Daniel.

"Ya ini buktinya. Itu gereja massa bakar," kata perekam video lagi.

"Saya sudah ke depan tadi. Saya kena serang juga," ucap Daniel.

Sumber: indozone.id