Simalungun, hetanews.com - Penyerobotan lahan yang dilakukan masyarakat Huta Balige Nagori Mariah Jambi sebanyak 147 KK di Afdeling II Kebun Bah Jambi seluas 126 Ha dengan rincian Blok 98 seluas 55 Ha dan Blok 2020 (Eks Tahun Tanam 1996) seluas 71 Ha, akhirnya melahirkan tindakan ‘bar bar’ dengan merusak kelapa sawit yang ada di lahan tersebut.

Hasil pantauan yang dilakukan oleh hetanews.com, tindakan yang dilakukan oleh warga yang hanya mengantongi rekomendasi dari Ombudsman yang belum memiliki kekuatan hukum tetap, tidak ada yang menghalangi dan terkesan ‘bar bar’.

Bahkan ketika ditanya apakah tidak takut dengan adanya Polisi dan TNI yang berada di lokasi untuk mengamati. Namun jawaban yang membingungkan tercetus dari para warga dengan mengatakan bahwa aparat hukum adalah orang orang yang melindungi mereka untuk memotongi pelepah kelapa sawit.

Hal itu tentu mengagetkan karna tindakan yang dilakukan oleh warga jelas jelas telah melanggar hukum namun tidak dilarang oleh aparat hukum, terutama pihak Polres Simalungun, walaupun telah berada di lokasi.

Tentu saja apa yang dilihat tim hetanews.com di lapangan, dimana pihak kepolisian tidak ada yang melakukan pelarangan jelas menimbulkan pertanyaan, ada apa dengan kapolres Simalungun yang melakukan pembiaran terhadap tindakan ‘bar bar’.

Tentu saja hal tersebut ditanyakan langsung kepada kapolres Simalungun melalui sambungan WA, namun hanya dibaca tanpa ada jawaban. Lalu tim mengajak berbincang bincang Kabag Ops Simalungun Kompol Surya guna menanyakan tindakan yang akan dilakukan.

Namun yang terdengar begitu mengagetkan, mereka hanya membilang tidak boleh tetapi membiarkan warga memotongi pelepah kelapa sawit. Apakah kapolres Simalungun tidak mengetahui bahwa rekomendasi dari Ombudsman tidak bisa dijadikan dasar untuk melakukan tindakan perusakan lahan milik negara.

Selain itu, para warga yang melakukan tindakan pemotongan pelepah kelapa sawit layaknya orang yang telah profesional dan tidak terlihat kalau mereka adalah warga setempat. Apakah pihak kepolisian juga tidak melakukan penyelidikan ke hal tersebut.

Pengrusakan lahan PTPN 4 Bah Jambi menyimpan ragam misteri, karena banyak ditemui kejanggalan, bahkan para warga terlihat kebal hukum, terlihat tidak adanya tindakan pelarangan dari polres Simalungun, bahkan terkesan layaknya seperti suporter yang menonton sepak bola.

Karna itu, agar masalah ini tidak semakin berlarut, dan terlihat juga Polres Simalungun tidak mampu mengatasi, perlu diturunkan tim dari Polda Sumut guna menutupi hal yang tidak dapat dilakukan oleh kapolres.