JAKARTA, HETANEWS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan kini ketersediaan vaksin di Pemprov Jabar dalam kondisi kosong. Menurut dia, jatah vaksin yang didapat pemerintah pusat sebanyak 9 juta dosis itu, sebagian besar sudah digunakan.

"Jadi dari 9 juta vaksin yang didapat dari pemerintah, Jabar 74 persen sudah selesai, kemudian banyak yang minta vaksin lagi, tapi masih kosong, baru datang bulan Agustus," ujar Ridwan Kamil saat konferensi pers virtual pada 21 Juli yang lihat di akun YouTube Pemprov Jabar, Kamis (22/7).

"Jadi kalau ada yang nanya. memang dari pusat nggak ada, baru datang bulan Agustus sehingga kita akan menggunakan sisa 26 persen vaksin ini tidak untuk dosis kedua, tapi untuk memperluas wilayah vaksinasi antara lain di sekolah kemudian vaksin keliling," lanjut Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil tidak merincikan data dan angka dari 9 juta jatah vaksin itu.

Namun sasaran vaksinasi di Jabar sejatinya tidak hanya menggunakan jatah vaksinasi yang diturunkan dari pemerintah pusat ke daerah.

Dalam beberapa kesempatan misalnya, Bandung atau wilayah Jabar lainnya itu menjadi lokasi serbuan vaksinasi yang digagas Kemenkes, TNI dan Polri.

Data yang ditampilkan oleh Pikobar (situs pemantau COVID-19 Jabar), per 21 Juli, sasaran masyarakat yang divaksinasi di Jabar mencapai 37.907.814. Total jumlah penduduk di Jabar mencapai 50 juta.

Dari jumlah sasaran itu yang sudah menerima vaksinasi dosis pertama baru 13,52 persen. Sedangkan yang sudah menerima vaksinasi dosis kedua ada 6,13 persen.

sumber: kumparan.com