SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Terdakwa Supriadi alias Ugek (21) warga Huta II Sinarejo Bahkisat Tanah Jawa dituntut pidana penjara 10 tahun denda 1 Miliar subsider 6 bulan. 

Tuntutan Jaksa Melnita Nasution SH dibacakan jaksa Juna Karo Karo SH di sidang virtual Pengadilan Negeri Simalungun, Kamis(21/7/2021).

Jaksa mempersalahkan terdakwa melanggar pasal 114 (2) UU RI No.35/2009 tentang narkotika. Supriadi terbukti mengedarkan sabu di lokasi pemukiman di komplek perkebunan sawit PTPN IV Balimbingan 

Terdakwa ditangkap polisi pada Senin, 1 Februari 2021 sekira pukul 15.00 WIB, disita 31 bungkus sabu seberat 1,49 gram, 5 bungkus seberat 0,85 Gram, 1 klip besar seberat 3,48 gram, timbangan digital, 60 plastik klip kosong dan hape. 

Total sabu seberat 5,82 gram diakui dibeli dari seseorang di jalan Langgar Kampung Banjar Kota Siantar.

Sabu tersebut dijual terdakwa di lokasi perkebunan PTPN IV, dengan cara menunggu orang datang. 

Sabu disimpan di balik semak semak dan sudah dijual kepada Komet (DPO) dan Pocip (DPO) masing masing Rp 500 ribu. Dengan harga 100 ribu/paket.

Uang hasil penjualan disimpan di saku celana terdakwa. Saat ditangkap petugas yang telah mendapatkan informasi langsung mengamankan terdakwa bersama barang bukti. 

Didampingi pengacara dari LBH Perjuangan Keadilan, terdakwa secara lisan memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan. Dengan alasan menyesali perbuatannya.

"Saya mohon dihukum seringan ringannya yang mulia, saya menyesal," kata terdakwa disidang siang itu.

Untuk putusan, persidangan dipimpin hakim Roziyanti SH ditunda hingga Rabu 28 Juli 2021 mendatang.