NTT, HETANEWS.com - Perbedaan hasil pemeriksaan rapid antigen dalam jangka waktu sehari kembali terjadi di Kabupaten Sikka.

Kali ini dialami oleh Bernadetha Theo Fila (31) warga Batu Merah, RT. 015/RW. 004, Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam.

Untuk diketahui, Bernadetha Theo Fila berasal dari Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka yang selama ini merantau di Kota Batam. Ia kembali ke Maumere dalam rangka urusan keluarga.

Saat dikonfirmasi media ini pada Senin (19/7), Bernadetha Theo Fila, mengatakan saat itu ia hendak melakukan perjalanan ke Kota Batam.

“Seharusnya jadwal penerbangan kan hari ini jam 8 pagi, jadi kemarin (Minggu, 18 Juli 2021) saya rapid di klinik di L3 Farma jam 4 sore, hasilnya negatif, setelah pulang dari klinik L3 Farma, WA masuk dari maskapai penerbangan, kalau penerbangan itu dialihkan ke tanggal 20 Juli. Nah, tadi pagi (Senin, 19 Juli 2021), saya pergi maskapai, tanya soal hasil ini, kalau memang berlaku 2 x 24 jam, berarti masih berlaku hasil rapid saya, tapi kalau 1 x 24 jam, terpaksa saya rapid ulang. Jadi dari maskapainya kasih rekomendasi ke Laboratorium yang bekerja sama dengan mereka, jadi saya diarahkan ke Klinik Maumere Sehat,” ungkapnya.

Lagi, Hasil Pemeriksaan Rapid Antigen di Sikka Berbeda dalam Sehari (2)
Hasil pemeriksaan rapid antigen tanggal 19 Juli 2021. Foto: Istimewa

Pada saat melakukan pemeriksaan rapid antigen di Klinik Maumere Sehat pada tanggal 19 Juli 2021, Bernadetha Theo Fila dinyatakan terkonfirmasi COVID-19.

ADVERTISEMENT

“Setelah itu, kami pulang makan dulu, saya penasaran kenapa hasilnya positif padahal pemeriksaan sebelumnya belum sampai 24 jam, jadi saya kembali lagi ke klinik L3 Farma. Rapid ulang dan hasilnya negatif,” beber Theo.

Rentan waktu pemeriksaan pada Senin (19/7) di dua klinik tersebut yakni pemeriksaan pertama yang dilakukan di Klinik Maumere Sehat dilakukan sekitar pukul 10.30 WITA dan dinyatakan positif sedangkan pemeriksaan kedua pada hari yang sama di Klinik L3 Farma dilakukan sekitar pukul 12.00 WITA dinyatakan negatif.

“Rapid di klinik L3 Farma itu kemarin (Minggu, 18 Juli 2021) dengan hari ini (Senin, 19 Juli 2021) itu hasilnya tetap negatif,” ungkapnya.

Setelah itu, ia pergi ke pihak maskapai guna meminta penjelasan namun dari pihak maskapai merujuk kepada hasil pemeriksaan di Klinik Maumere Sehat yang menyatakan dirinya positif COVID-19 berdasarkan pemeriksaan rapid antigen.

Karena merasa belum puas dengan hasil yang ada, Bernadetha Theo Fila kemudian pergi ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka guna meminta penjelasan, namun lagi-lagi pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dalam hal ini Satgas COVID-19 Kabupaten Sikka tetap merujuk kepada hasil pemeriksaan di Klinik Maumere Sehat yang menyatakan dirinya positif COVID-19 berdasarkan pemeriksaan rapid antigen karena namanya sudah masuk ke data Satgas COVID-19 Kabupaten Sikka.

Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas COVID-19 Kabupaten Sikka Bidang Kesehatan, dr. Clara Francis yang dikonfirmasi media ini pada Rabu (21/70 melalui pesan WhatsApp mengatakan masalah tersebut sudah diselesaikan oleh tim P2P.

“Sepertinya tman2 P2P sudah slsikan hari senin kemarin,” kata dr. Clara singkat.

Namun, saat dimintai penjelasannya lebih lanjut terkait hasil penyelesaian masalah tersebut, dr. Clara Francis tidak memberikan jawaban.

sumber: kumparan.com