MEDAN, HETANEWS.com -Sejumlah warga memilih mengungsi ke tempat aman usai tawuran antarpemuda yang berujung pada penjarahan di Kelurahan Belawan Bahari, Kota Medan, Sumatra Utara, Rabu (21/7/2021).

Mereka bahkan turut serta memindahkan barang-barang jualan. Pantauan iNews, beberapa pemilik kios terlihat membawa barang jualan menggunakan mobil pikap.

Mereka takut terjadi tawuran susulan yang bisa merugikan harta benda bahkan nyawa. Salah satunya ucok, pemilik kios di sekitar lokasi tawuran. Dia mengaku akan memindahan barang jualan ke rumahnya.

"Saya mau ke rumah saja. Takut kena jarah. Kita selamatkan barang sendiri aja, orang-orang lainnya aku tak tahu, pikirkan diri sendiri dulu," ujar Ucok, Rabu (21/7/2021) siang.

Ketakutan warga ini menyusul informasi akan adanya tawuran susulan. Mereka takut mengalami hal serupa seperti pedagang lainnya yang dijarah pelaku tawuran.

Seorang pemilik kios lainnya Budi Hutabarat menceritakan, para pelaku ini memang berniat untuk merusak dan menjarah. Sebab pintu kiosnya tampak dicongkel, lalu beberapa barang dagangan dirusak dan dijarah.

"Jadi ceritanya warga di sini mundur sampai ke dalam, nah rumah-rumah di sini yang kena imbas, termasuk warung saya ini. Ancur semuanya, kalau saya kategorikan 80 persen sudah tak layak jual, lainnya dijarah," kata Budi.

Dia mengaku ada niat untuk mengungsi, namun masih menunggu polisi yang akan meminta keterangan soal peristiwa tawuran tersebut.

"Saya di sini menunggu polisi yang katanya mau minta informasi. Bagaiamana nanti ending-nya baru saya putuskan jika sudah bertemu dengan aparat," ucapnya.

Diketahui, tawuran ini terjadi diduga akibat dendam lama yang melibatkan pemuda lingkungan I dengan pemuda lingkungan XII, kemudian anak-anak dari Young Panah Hijau serta kawasan Medan Lama. Tawuran ini tak hanya berujung perusakan rumah dan kios warga, serta pembakaran hingga penjarahan. 

Sumber: inews.id