SIANTAR, HETANEWS.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Firdaus Maha SH menuntut pidana penjara 18 tahun terhadap terdakwa Rohayani Purba (33) alias Gea. 

Sebagaimana diketahui, Terdakwa Gea terbukti menghabisi nyawa ibu kostnya Riamsa Nainggolan yang tak lain istri mantan Sekretaris Daerah [Sekda] Kota Siantar

Tuntutan jaksa Firdaus dibacakan dalam persidangan secara virtual di Pengadilan Negeri Siantar, Rabu (21/7/2021).

Warga Tanjung Maria, Nagori Sigodang Barat, Kecamatan Panei itu dipersalahkan jaksa melanggar pasal 339 KUHP tentang menghilangkan nyawa orang disertai tindak pidana lain. Begitu pun Gea memohon kepada hakim dihukum seringan-ringannya. 

Terdakwa juga memohon ampun kepada Tuhan, meminta maaf kepada keluarga korban atas perbuatannya.

Pernyataan itu juga dibenarkan oleh pengacara terdakwa, Erwin Purba SH yang turut mendampingi dalam persidangan.

Baca juga: Wanita Tersangka Pembunuh Peragakan 14 Adegan Saat Matikan Ibu Kostnya

Kronologi pembunuhan

Sementara itu, korban Riama Nainggolan ditemukan tak bernyawa di dalam gudang rumahnya di jalan Medan Area Kelurahan Proklamasi, Siantar Barat pada Sabtu, 27 Februari 2021. 

Korban tewas karena dibunuh oleh terdakwa Gea. Wanita 33 tahun itu merupakan salah satu penghuni kost milik korban yang sudah banyak menunggak uang sewa. 

Masih kata Jaksa, terdakwa merasa sakit hati karena sering dimarahi dan ditagih uang sewa oleh korban. 

Awalnya korban mendatangi kos kosan miliknya di jalan Pane Gang Bazooka untuk menemui terdakwa yang sudah menunggak. 

Karena korban tidak berhasil menemui Gea, maka dengan menggunakan kunci duplikat membuka kamar Gea dan mengambil pakaian terdakwa, sebagai jaminan agar terdakwa segera membayar hutangnya. 

Baca juga: Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Istri Mantan Sekda, Anak Korban: Kami Tidak Puas, Banyak Kejanggalan

Mengetahui hal itu, terdakwa mendatangi korban di rumahnya di jalan Medan Area untuk meminta pakaian yang sudah diambil korban.

Saat itu korban sedang makan, dan terus menagih hutang terdakwa sambil marah marah. Terdakwa berusaha meminta waktu untuk membayar hutangnya. Tapi korban terus mengancam akan melaporkan hal itu kepada anaknya.

Usai makan, korban mengajak terdakwa turun ke dapur rumahnya sambil memerintahkan terdakwa membawa buah nanas dan pisau. Ketika menuruni anak tangga, korban masih saja merepet sehingga terdakwa menjadi kesal.

Lalu terdakwa mendorong tubuh korban yang sudah diujung tangga hingga jatuh terguling dibawah tangga. Karena korban terus berteriak, terdakwa langsung membekap korbannya dengan bantal kursi yang ada di dekat kepala korban sambil memegang pisau.

Baca: Tersangka Pembunuhan Istri Mantan Sekda Siantar Diringkus Saat Makan Siang Di Medan

Akibatnya korban lemas, dan pisau yang dipegang sempat melukai bagian tangan korban dan pipi. Lalu tubuh korban ditarik ke dalam gudang dengan posisi duduk.

Terdakwa pun membersihkan kapuk/busa bantal yang sempat berserakan dan membersihkan percikan darah korban agar tidak diketahui orang. Bantal dan pisau dibuang ke sungai yang ada di belakang rumah korban melalui jendela dapur.

Setelah bersih, terdakwa mengambil uang Rp.800 ribu dari dompet korban dan juga handphone. Lalu mengambil kunci di atas meja dan keluar dari rumah korban sambil mengunci pintu rumah. Terdakwa berhasil diamankan di Medan.

Untuk putusan, persidangan dipimpin hakim Derman P Nababan SH, Rahmat Hasibuan SH dan Irma Nasution SH ditunda hingga Rabu (28/7) mendatang. 

Baca juga: Sidang Perdana Kasus Pembunuhan Ibu Kost Karena Ditagih Utang dan Dimarahi