SIMALUNGUN, Hetanews.com - Masih dengan cara yang sama dan sudah sering terjadi di Lapas Kelas IIA Pematangsiantar jalan Asahan Km 6,5 Kecamatan Siantar, ganja masuk dengan cara dilempar melalui tembok. Faktanya, meski sudah sering terjadi tapi tidak pernah terungkap siapa pelakunya atau siapa pemesan ganja tersebut di dalam Lapas.

Menurut Humas Lapas Siantar Daniel Sitindaon melalui pers relisnya, ganja masuk pada Selasa pukul 05.30 dinihari. Petugas pos menara bernama Taufiq Sipayung mendengar dan merasa ada suara yang mencurigakan dari seputaran tembok Lapas dan langsung memantau di sekitaran pos menara.

Lalu dengan penerangan lampu senter dari atas menara ada melihat plastik kresek berwarna biru. Hal itu dilaporkan kepada komandan Regu Jaga Juyandri Saragih langsung memantau situasi di luar tembok. Karena kurangnya pencahayaan maka pelaku pelemparan tersebut tidak terlihat.

KPLP Sahat Bangun dan Kalapas Rudi F Sianturi yang mendapatkan informasi langsung melaporkannya ke Sat Narkoba Polres Simalungun.

Dipimpin Aipda Ahmad Sopawi dan team segera melihat langsung lokasi penemuan dan membuka bungkusan yang berisi 7 bal besar diduga narkoba jenis Ganja. Juga 5 bungkusan plastik klip ukuran besar diduga narkoba jenis Sabu.

Barang bukti sebanyak itu langsung diamankan dan dibawa ke Mapolres Simalungun guna dilakukan penyelidikan.

Kalapas Rudi fernando Sianturi menjelaskan jika hal itu sudah 2 kali di masa kepemimpinan. Sesuai catatan hetanews sudah ke-3 kali, sebelumnya di akhir jabatan Kalapas sebelumnya. 

Kejadian yang sama, dalam kurun waktu yang saling berdekatan. Rudi sangat menyayangkan karena masuk nya Narkoba ke dalam Lapas, belum bisa mengetahui kepada siapa barang tersebut akan di tuju dan siapa pelaku pelemparan tersebut.

"Berdasarkan arahan dari Direktur jenderal pemasyarakatan dan Kepala Divisi pemasyarakatan kanwil Sumut agar memperketat setiap pengawasan, penggeledahan dan pemeriksaan barang dan orang yang akan lewat P2U di setiap lapas. Maka saya memberi penguatan dan perintah kepada petugas Pengamanan khusunya petugas Pintu utama (P2U) agar lebih meningkatkan pemeriksaan dan penggeledahan. Diduga hal itu pun disadari oleh oknum yang belum diketahui tersebut sehingga melakukan upaya memasukan narkoba dengan cara pelemparan tersebut," ujarnya.

Meski demikian, Kalapas mengklaim pihaknya mampu mencegah peredaran narkoba di Lapas. 

"Hal ini merupakan wujud keseriusan lapas kelas IIa pematang Siantar dalam hal BersiNar (Bersih dari Narkoba) dan mewujudkan zona integritas dan wilayah Menuju WBK dan WBBM," katanya melalui pers relis yang disampaikan Humas.