SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Sejumlah pihak menyesalkan pemasangan plang ‘Parapat Square Toba Pulp Lestari’ di Open Stage atau dikenal Pagoda, Kelurahan Tigaraja,  Girsang Sipangan Bolon. 

Pemasangan plang tersebut diduga sebagai upaya mengganti nama Open Stage hingga adanya campur tangan perusahaan bubur kertas PT TPL. 

Sebagaimana diketahui, lokasi Open Stage belakangan ini menjadi salah satu lokasi yang diperuntukkan untuk jajanan. Berbagai pedagang jenis makanan dan minuman tersaji disana apalagi saat akhir pekan.

Bahkan lokasi tersebut diperuntukkan untuk tempat pedagang souvenir yang sebelumnya dipindahkan dari jalan lingkar Pora pora, Pesanggrahan. Kendati demikian, tempat yang disediakan buat pedagang tak kunjung dihuni.

Baca: Warga Galang Dana Respon Plang PT TPL, Ini Penjelasan Camat

Camat Girsang Sipangan Bolon Yosua Maruwandi Simaibang menegaskan Open Stage tidak pernah berganti nama. 

Ia mengatakan, respon pro dan kontra terhadap plang itu merupakan bagian dari kebebasan berpendapat dan hak berekspresi warga. Namun demikian Yosua juga mengajak warganya untuk melihat dari sudut pandang positif.

Apalagi Open Stage merupakan salah satu lokasi point of sales, demi pengembangan lokasi tersebut. "Kita lihat saja bagaimana kedepannya," kata Yosua merespon adanya upaya warga menggalang dana.

Baca: Tim Terpadu Pariwisata Parapat Terpilih Aklamasi Di Hotel

Masih kata Yosua, sesuai regulasi Open Stage adalah RTP (Ruang Terbuka Publik) yang ada di Kabupaten Simalungun.

Nama Parapat Square tersebut, kata dia adalah identitas tempat UMKM [Usaha Mikro Kecil Menengah] yang berdagang di salah satu unit point of sales Parapat. 

“Sehingga lokasi letak penamaan hanya kami letakkan diatas (sisi jalan umum) agar setiap wisatawan atau pengunjung dapat mengetahui lebih mudah dan cepat kegiatan perekonomian yang berlangsung di lapangan Open Stage,” tutupnya.

Baca: Awalnya Pagoda Open Stage, Kini Jadi Parapat Square Toba Pulp Lestari, Warga: "Loh Kok Ganti-Ganti"