SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Warga Parapat merespon plang lampu led di Pagoda Open Stage dengan menggalang dana. Camat Yosua Maruwandi Simaibang menilai hal itu merupakan kebebasan berpendapat.

Sejauh ini belum diketahui alasan warga setempat yang menolak plang lampu led bertuliskan ‘Parapat Square Toba Pulp Lestari’. 

Dilihat dari laman facebook pemilik akun Ecko Millenix Muse, dirinya menulis komentar soal plang tersebut.

"Menindak lanjuti atas adanya Plang Parapat Square yg disumbangkan oleh salah satu perusahaan (malas sebut merek) di sumut ini maka sesuai dengan kesepakatan kami para pedagang dan seniman seniman di Pagoda dengan Bapak Anggota Dewan Maraden Sinaga akan mengumpulkan dana pribadi untuk membuat Plang yang serupa bilamana plang yang ada tidak segera dilepas atau dihapus nama perusahaannya," tulisnya.

Dia juga mengatakan sejauh ini  pihak seniman dan pedagang di kawasan open stage Parapat tidak diuntungkan dan tidak pernah menerima bantuan dari perusahan tersebut.

"Karena sejauh ini kami tidak menerima bantuan apa apa dari perusahaan tersebut... Jangan ada udang dibalik bakwan... Kami terbuka akan kemajuan tapi bukan pembodohan..." katanya dikutip dari laman Facebook. 

Dihubungi terpisah, Camat Girsang Sipangan Bolon Yosua Maruwandi Simaibang menyebut respon pro dan kontra terhadap plang itu merupakan bagian dari kebebasan berpendapat dan berekspresi warga.

Namun demikian Yosua juga mengajak warganya untuk melihat dari sudut pandang positif demi pengembangan salah satu lokasi point of sales yang ada di Parapat. "Kita lihat saja bagaimana kedepannya," kata Yosua.

Menurutnya, nama Open Stage atau dikenal sebutan pagoda tidak pernah sama sekali berganti nama. Ia menjelaskan, sesuai regulasi Open Stage adalah RTP (Ruang Terbuka Publik).

Nama Parapat Square tersebut, kata dia adalah identitas tempat UMKM yang berdagang di salah satu unit point of sales Parapat. 

“Sehingga lokasi letak penamaan hanya kami letakkan diatas (sisi jalan umum) agar setiap wisatawan atau pengunjung dapat mengetahui lebih mudah dan cepat kegiatan perekonomian yang berlangsung di lapangan Open Stage,” tutupnya.

Baca: Awalnya Pagoda Open Stage, Kini Jadi Parapat Square Toba Pulp Lestari, Warga: "Loh Kok Ganti-Ganti"