SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Warga di Nagori Bandar, Kecamatan Silau Kahean memperbaiki jalan rusak sepanjang 3 KM. Kegiatan ini dalam rangka Marharoan Bolon atau Gotong royong. 

Pdt Jakardo Damanik yang ikut memprakarsai kegiatan mengatakan kegiatan Gotong Royong dilaksanakan pada Minggu (18/7/2021) sekitar pukul 13.00 WIB.

“Haroan bolon ini, kita laksanakan sepulang gereja pukul 13.00 WIB sampai selesai yang dihadiri masyarakat dengan antusias dari warga Gereja GKPS, Methodist, saudara-saudara muslim dan dihadiri masyarakat, bahkan kaum ibu dan pemuda,” katanya, Senin (19/7/2021).

Menurutnya, walaupun Bupati Kabupaten Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga SH atau pemerintah tidak hadir, namun semangat warga untuk Gotong royong cukup antusias.

Baca: Ini Penjelasan BKD Soal Mutasi Pejabat Di Simalungun

Bagaimana tidak, menurut Jakardo Damanik, kondisi jalan rusak tersebut, sudah lama menjadi pergumulan. Sudah berpuluh tahun, masyarakat Bandar Nagori merindukan adanya perbaikan jalan namun tidak ada solusi.

“Inilah satu-satunya jalan menuju ke Bandar Nagori. Hari ini, dengan semangat yang diinisiasi Bupati Radiapoh Hasiholan Sinaga melalui program marharoan bolon membangun Kabupaten Simalungun, kita pun melakukannya,” ungkapnya.

Turut hadir para tokoh agama, Pangulu Bandar Nagori Jenrisman Purba, dan Ketua Marharoan Bolon St J Damanik dan didukung pengusaha St Doharman Simanjorang.

Warga Bandar Nagori menerima bantuan batu 30 dump truk untuk perbaikan jalan dari Pemkab Simalungun. 

Warga Nagori Marjandi Perbaiki Jalan Sepanjang 20 Meter

Terpisah, Camat Panombeian Panei,  Gantinius Bangun turun mengkoordini pelaksanaan gotong royong di Jalan Durian Huta 2, Nagori Marjandi, Kecamatan Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun, Minggu (18/07/2021).

“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap gerakan marhoroan bolon membangun Kabupaten Simalungun yang digagasi Bupati Radiapoh Hasiholan Sinaga,” kata Gantinius Bangun.

Kegiatan marharoan bolon tersebut, memperbaiki jalan dengan menyemen badan jalan sepanjang 20 meter, lebar 3 meter, dengan ketebalan 0.20 meter.

Camat menyampaikan, untuk kegiatan tersebut, masyarakat dengan swadaya sendiri menyediakan bahan material batu padas 3 truk, pasir pasang 2 truk dan semen 30 zak.

Sementara untuk pelaksanaan marharoan bolon tersebut melibatkan aparat pemerintah, perangkat nagori serta masyarakat 35 orang. [Rilis]

Baca: Awalnya Pagoda Open Stage, Kini Jadi Parapat Square Toba Pulp Lestari, Warga: "Loh Kok Ganti-Ganti"