LABUHANBATU, hetanews.com – Dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang pahamakan Literasi Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengadakan kegiatan Literasi Digital untuk mengedukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform, Labuhan Batu juga menjadi tuan rumah webinar literasi digital oleh Kominfo, Senin (12/07/2021).

4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture dimana masing-masing kerangka mempunyai beragam thema.

Asep Muhammad Lukman Konsultan Digital Marketing, pada sesi Kecakapan Digital. Asep memaparkan tema “Strategi Digital Marketing Untuk Petani Dan Nelayan Di Masa Pandemi Covid-19”. Dalam pemaparannya, Asep menjelaskan ketahanan pangan berupa, pertanian, peternakan, dan perikanan. Pertanian Madina menjadi daerah agrowisata dan agrobisnis Sumatera Utara dan Nelayan Madina, tiga (3) dari 27 kecamatan memiliki laut yang potensial. Analisis SWOT Market seperti:

Strength             : Apa kelebihan kita dibanding pesaing?

Threat                  : Siapa pesaing terbesar kita?

Weakness          : Apa kekurangan bisnis kita?

Opportunity      : Apa peluang bisnis kita dipasaran?

Dilanjutkan dengan sesi Keamanan Digital oleh Marsefio Sevyone Luhukay Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan. Marsefio mengangkat tema “Cyber Safety: Tips Dan Pentingnya Internet Sehat”. Marsefio menjelaskan tips internet sehat antara lain, batasi waktu penggunaan gawai, perhatikan isi atau konten di media sosial, jaga baik data pribadi, hati-hati dalam membagikan informasi, dan perhatikan aspek etika dalam berinternet. TIK merupakan buatan manusia, maka penggunaannya harus dikendalikan manusia. Untuk memperhatikan pengunaan internet dikalangan anak-anak dan remaja, TIK harus dikuasai oleh orang tua dan mengajarkannya kepada anak sebagai generasi penerus bangsa agar menggunakan internet secara sehat.

Dilanjutkan dengan sesi Budaya Digital oleh MIZwar Pendiri Lembaga Adat Malayu Pinang Awan Serumpun. Mizwar memberikan materi dengan tema “Wawasan Kebudayaan Dalam Proses Transformasi Digital”. Mizwar membahas melestarikan budaya merupakan upaya untuk mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal, baik secara tradisional maupun dengan cara yang lebih dinamis, dan menyesuaikan dengan kondisi perkembangan zaman. Pelestarian budaya harus memanfaatkan perkembangan teknologi dan era digitalisasi untuk terus mampu bertahan dari pengaruh globalisasi kebudayaan asing, selain efektif dan efisien. Dunia digital juga mampu menjangkau ruang interaksi sosial yang sangat luas. Manfaatkan setiap media digital yang ada untuk mempersembahkan khasanah kekayaan budaya, adat istiadat yang menjadi kebanggaan negeri ini di mata dunia.

Narasumber terakhir pada sesi Etika Digital olehDR Junita Kepala Bidang Pengabdian LPPM Universitas Labuhanbatu. Junita mengangkat tema “Bahaya Pornografgi Pada Perkembangan Otak Anak”. Junita memaparkan apa yang harus dilakukan mengenai konten pornografi yaitu, batasi segala sesuatu yang memudahkan akses anak kekonten berbau pornografi, memberikan pemahan kepada anak mengenai pendidikan seks, secara bertahap orang tua dapat memberikan pendidikan tentang moralitas yang berhubungan dengan seksualitas, serta menciptakan kesadaran pada anak tentang perannya menurut jenis kelamin. Konten yang berbau porno dapat menyebabkan dampak buruk dalam perkembangan otak anak antara lain, kerusakan struktur otak, penyusutan striatum, dan korteks prefrontal.

Webinar diakhiri oleh Florencia Melissa Beauty Influencer dan Influencer dengan Followers 51,5Ribu. Florencia menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat para narasumber berupa pentingnya literasi digital dalam penerapan teknologi, terutama dibidang komunikasi dan informasi. Sebagai SDM, harus lebih bijak dalam melalukan penerapan literasi digital dengan cara memeriksa kembali informasi yang kita terima di media sosial, terutama yang berkaitan dengan SARA, pornografi, dan Bullying. Seseorang dapat kecanduan dalam bermediasosial dan dapat merugikan orang lain, bahkan dapat membahayakan diri sendiri. Penting untuk melakukan detox media sosial agar dapat berkomunikasi dan interaksi secara positif.