Siantar, Hetanews.com - Deni Tempo warga jalan Pattimura Ujung Kelurahan Baru Siantar Utara hanya bisa terduduk dan terbaring di rumah kontrakannya. Pria paruh baya ini tinggal bersama istrinya dan 2 orang anaknya yang masih kecil kecil.

Bambang Sahputra, Lurah Kelurahan Baru yang selalu peduli dengan kondisi warganya, setelah mendapatkan informasi langsung mendatangi warganya. Deni Tempo tidak memiliki identitas seperti Kartu Keluarga sehingga tidak pernah mendapatkan bantuan apa pun termasuk bantuan PKH.

"Sebelumnya, keluarga ini tidak tinggal di Kelurahan Baru, tapi baru mengontrak di jalan Pattimura Ujung tidak memiliki identitas atau KK," kata Bambang yang ditemui Hetanews, Sabtu (17/7) di Siantar.

Dengan kepedulian Lurah Baru, akhirnya keluarga ini memiliki KK dan sudah diserahkan kepada yang bersangkutan. Selain itu, relawan Kelurahan baru bersama RT/RW juga memberikan bantuan berupa sembako.

Keluarga pra sejahtera itu baru beberapa bulan tinggal di jalan Pattimura Ujung dengan kondisi yang sangat memprihatikan. Deni tak bisa lagi bekerja sejak mengalami penyakit aneh.

Deni mengalami bengkak pada kedua kaki dan tangannya sehingga menyulitkan dirinya untuk beraktivitas. Sementara 2 anaknya yang masih kecil dan istrinya masih membutuhkan Deni yang selama ini sebagai pencari nafkah.

"Tidak bisa bekerja, sedangkan anak dan istrinya masih butuh makan. Istri juga harus mengurus dirinya dan 2 anaknya, sehingga sangat membutuhkan bantuan," kata Bambang lagi.

Selain itu, Lurah Baru ini juga telah meminta bantuan dari petugas medis dari Puskesmas Kahean yang telah bersedia memeriksa dan memberi obat kepada Bapak Deni Tempo. Dengan harapan semoga bisa pulih kembali sehingga bisa bekerja lagi untuk menafkahi anak dan istrinya.

"Mudah mudahan setelah diobati, Pak Deni bisa sembuh dan bisa bekerja lagi mencari nafkah buat keluarganya," harap Bambang.

Deni Tempo sendiri ketika ditanya mengakui tidak mengetahui jenis penyakit yang dideritanya sehingga mengalami pembengkakan pada kedua kaki dan tangannya. Penyakit itu sudah dialami Deni sejak beberapa bulan terakhir ini.

Dulunya, Deni bersama kedua anak dan istrinya tinggal di belakang Pasar Horas Kelurahan Melayu Siantar. 

Dalam kesempatan itu, Deni mengucapkan terima kasih Pak Lurah, para tenaga medis dan seluruh masyarakat yang telah membantu dan peduli dengan keadaannya. Hanya Allah SWT yang dapat membalas semua kebaikan Bapak dan ibu, katanya. (Ay)