Catatan Redaksi

Siantar, hetanews.com – Hiruk pikuk terkait status UH semakin terkuak, paska pengungkapan Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak sewaktu konfrensi pers di Mako Polres Siantar beberapa waktu yang lalu, menyebutkan ada Bandar Narkoba yang juga ikut dibawa ke Tanjung Merawa untuk penyelidikan lebih lanjut ternyata tidak benar dan hanya seorang pemakai saja.

Walaupun belum ada rilis resmi dari Polda, namun dengan adanya surat yang masuk ke meja redaksi hetanews.com, yang menjelaskan secara terperinci kronologis keberadaan UH di Mako Brimob, Polda hingga dengan kondisi sekarang, dimana yang bersangkutan berstatus sebagai rehab jalan.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut telah mengeluarkan Surat Perintah Pelepasan Tangkapan No SP. Sidik/289-A/VI/2021, yang dikeluarkan pada tanggal 29 Juni yang lalu, menandakan UH telah terlepas dari sebutan Bandar Narkoba, yang diungkapkan secara tegas oleh kapolda sewaktu konfrensi pers kemarin.

Kondisi ini ternyata menarik tanggapan warga Siantar yang menginginkan nama kotanya terlepas dari preseden buruk. Pernyataan seorang kapolda merupakan hal yang harus dibuktikan secara benar, dan apabila tidak benar pernyataan yang bersangkutan, ternyata bukan seorang bandar, maka harus ada permintaan maaf secara resmi seorang kapolda kepada masyarakat Siantar.

Ada juga warga yang berpendapat, bahwa kapolda dalam memberikan pernyataan harus melakukan penyelidikan lebih lengkap, jangan seperti yang kemarin, terlontar bandar narkoba tapi setelah diperiksa oleh Direktorat Reserse Narkoba hanya seorang pemakai. “Kota kami yang mendapat predikat buruk akibat pernyataan kapolda tersebut,” ungkapnya dengan kesal.

Apalagi di kondisi pandemi sekarang ini, kabar buruk yang tercetus miring atau negatif terhadap kota tersebut akan langsung mendapat reaksi yang cepat, dan pastinya akan berdampak pada aspek lain, dimana kota ini akan dihindari akibat sebutan seorang kapolda yang mengatakan ada bandar narkoba.

Namun setelah dilakukan penyelidikan oleh pasukannnya, dan tidak benar seorang bandar narkoba, maka kapolda harus melakukan permintaan maaf kepada semua warga Siantar, dan membersihkan nama UH, agar kota kami kembali ke jalur yang benar, kota yang tidak memiliki bandar narkoba.

Mengapa begitu penting pernyataan maaf dari Kapolda paska keluarnya surat SP. Sidik/289-A/VI/2021, Siantar adalah kota tempat banyak warga dari luar daerah untuk menyekolahkan anaknya. Kalau orang tua mendengar pernyataan kapolda yang beberapa hari kemarin, pasti akan mengurungkan niatnya mendaftarkan anaknya ke sekolah sekolah yang ada.

Padahal, faktanya tidak sesuai dengan yang dilontarkan orang nomor 1 di Kepolisian Sumatera Utara. Sebagai seorang kesatria dan pemimpin yang dicintai warganya, kalau memang ada pernyataan yang salah dan perlu diperbaiki, maka akan melangkah untuk meminta maaf, agar terhindar dari preseden buruk ada bandar narkoba di Siantar. Ayo pak Kapolda buktikan pernyataan mu atau meminta maaf kepada warga Siantar

Pimred hetanews.com

Tommi Simanjuntak