Simalungun, Hetanews - Seorang residivis M Risan Siregar (19) warga Kerasaan, kembali divonis 4 tahun. Temannya Genardo Alpredo Pakpahan (25) warga Perdagangan divonis 3 tahun 6 bulan. Putusan hakim Roziyanti, Aries Ginting dan Yudi Dharma dibacakan dalam persidangan online di Pengadilan Negeri Simalungun, Kamis (15/7).

Keduanya terbukti melakukan pencurian dan penadahnya Irfan Sahputra als Tatok warga Sei Mangkei divonis 2 tahun 6 bulan. Putusan hakim tersebut konform (sama) dengan tuntutan jaksa Devica Oktaviniwati SH.

Menurut hakim, berdasarkan fakta persidangan terdakwa Irfan Saputra als Tatok membantu menjualkan sepeda Fastron warna hitam orange hasil curian. Sepeda tersebut ditawarkan kepada Ponisah di Dusun VI Desa Mangkei Batu Kecamatan Batu Bara.

Meski terdakwa Irfan mengetahui jika sepeda tersebut hasil kejahatan. Sepeda yang sudah dicuri oleh terdakwa Risan dan terdakwa Genardo dari depan Apotik di jalan Merdeka Perdagangan I Kecamatan Bandar pada Minggu, 7 Maret 2021.

Sepeda tersebut ditawarkan kepada Ponisah dengan harga Rp.700 ribu tapi dibayar Rp 400 ribu. Karena pengakuan Irfan, jika sepeda tersebut adalah milik terdakwa Risan sehingga Ponisah mau membelinya.

Hasil penjualan sepeda digunakan untuk foya foya dan membeli narkotika jenis sabu. Akibat perbuatan para terdakwa, saksi korban mengalami kerugian Rp.2,8 juta.

Atas putusan hakim, terdakwa menyatakan menerima putusan tersebut. Persidangan dibantu panitera Jonni Sidabutar SH dinyatakan selesai dan ditutup.