Siantar, hetanews.com – Ketika berbagai daerah mulai menerapkan PPKM Darurat, Siantar masih akan melakukan evaluasi walaupun untuk sementara terjadi peningkatan setiap harinya. Namun yang menjadi salah satu penyebab penyebaran meluas, yakni warga yang pulang dari pesta.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kota Siantar, Daniel H Siregar menjelaskan mengenai pertambahan jumlah warga terpapar kebanyakan warga yang pulang dari pesta.

“Berdasarkan hasil penelusuran yang kami peroleh dari dinas kesehatan, setelah dilakukan tracing dan wawancara dengan orang yang terkonfirmasi ini rata-rata kebanyakan pulang dari pesta dan melayat orang meninggal, itu rata-rata,” tuturnya.

Lanjut Daniel, warga bisa dengan mudah terpapar karena warga itu memiliki penyakit penyerta. “Ini bisa jadi cepat terpaparnya, karena mungkin warga ini ada yang awalnya memiliki komorbid atau penyakit penyerta, datang ke pesta. Ini yang memudahkan warga untuk terpapar.

Jadi imbauan kami bagi warga yang terutama memiliki komorbid, agar membatasi kegiatan menghadiri pesta dan acara-acara dukacita,” ujarnya.

Acara pesta yang diduga jadi penyebab cepatnya penyebaran Covid-19, Daniel bilang, bahwa untuk hal itu pihaknya harus terlebih dahulu melakukan evaluasi. “Kalau untuk itu, secara berjenjang, kita akAan coba melakukan evaluasi. Artinya, hasil dari dinas kesehatan ini harus betul-betul matang.

Dan kalau memang diperlukan, kita akan mengumpulkan keterangan-keterangan dan data yang objektif agar bisa mengambil sebuah keputusan,” jawabnya.

Lanjut Daniel, ada juga indikasi, setelah dari pesta, sudah ada tiga orang warga yang meninggal dunia di selang waktu seminggu atau dua minggu setelah pulang dari pesta. Setelah ditelusuri, itu juga rata-rata punya komorbid atau penyakit penyerta.

“Dan untuk itu, akan dilakukan evaluasi oleh Satgas, apalagi ini untuk mengantisipasi. Medan sekarang sedang PPKM Darurat, Sibolga PPKM Terketat, supaya ini tidak terjadi di siantar, tentu Satgas harus mengambil langkah-langkah. Contoh, kerumunan-kerumunan seperti pesta ini, bisa saja ditiadakan sementara, ini tergantung dari hasil evaluasi,” tukasnya.

Sesuai update data selama 4 hari terakhir ini, jumlah warga Kota Siantar yang terpapar atau terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah rata-rata dua puluhan orang per harinya.

Sesuai perkembangan dari update data tanggal 8 ke 9 Juli 2021, warga Siantar yang terpapar Covid-19 bertambah 20 orang. Dari update data tanggal 9 ke tanggal 10 Juli 2021 bertambah 24, dari tanggal 10 ke 11 Juli 2021 bertambah 27 orang, dari tanggal 11 ke 12 Juli 2021 bertambah lagi 26 orang.