JAKARTA, HETANEWS.com - Kabar duka datang dari band Dadali. Keyboardist mereka, Rixx, meninggal dunia di usia 32 tahun pada hari ini, Selasa (13/7).

Kabar duka ini pertama kali diketahui dari Dyrga, vokalis Dadali. Dari unggahan Dyrga di Instagram, Rixx diduga meninggal setelah terpapar COVID-19.

Ketika dikonfirmasi, manajer Dadali, Sakti, membenarkan bahwa Rixx meninggal karena COVID-19. Sakti mengatakan Rixx terpapar corona sekitar seminggu yang lalu.

"Dari awal itu enggak ada gejala serius, cuma enggak enak badan, belum demam. Pas meninggalnya Yuda, sehari sebelumnya, baru di situ Rixx ngedrop. Menurut istri, memang Rixx syok banget dengan meninggalnya Yuda," kata Sakti, Selasa (13/7).

Yuda, gitaris Dadali, meninggal dunia pada 7 Juli 2021. Ia mengembuskan napas terakhir di usia 43 tahun. Sakti mengatakan Yuda menderita penyakit asam lambung.

Setelah terpapar COVID-19, Rixx hanya menjalani isolasi mandiri di rumah karena tidak ada gejala serius. Namun, kondisi Rixx memburuk usai kepergian Yuda.

"Saturasi dia itu turun ke angka 90, 92. Sampai akhirnya, Senin pagi kemarin itu Rixx minta dibawa ke RS. Akhirnya, kami bawa ke RSUD Bogor. Itu pun di IGD, karena enggak dapat kamar, karena penuh," kata Sakti.

"Di situ sudah pakai oksigen. Tapi, sampai semalam saturasinya turun ke 77. Akhirnya, jam 5.30 tadi, istri telepon dan sudah enggak ada," sambungnya.

Menurut Sakti, Rixx tidak punya penyakit bawaan. Namun, ada hal yang membuat COVID-19 semakin berbahaya.

"Pas di rumah sempat cek ke dokter online gitu dan enggak ada penyakit bawaan. Tapi, memang Rixx itu overweight aja," tuturnya.

Sakti mengatakan bahwa Rixx dalam waktu dekat akan segera dikebumikan. Namun, ia tak tahu kepastiannya.

"Kabar terakhir itu masih proses pemandian. Pemakaman kemungkinan di Bogor, tapi pemakaman, kan, masih antre, nunggu gitu," ujar Sakti.

Sakti mengatakan bahwa semua personel Dadali berduka atas kepergian Rixx yang menyusul Yuda. Ia meminta fans untuk mendoakan masa depan Dadali.

"Kita harus bisa survive. Ini memang cobaan paling berat, tapi dari manajemen, sih, sebisa mungkin tetap jalan. Ke depannya belum tahu seperti apa, tapi pasti kita tetap jalan bertiga," tutup Sakti.

sumber: kumparan.com