HETANEWS.com - Seekor lobster biru super langka hidupnya cukup beruntung, karena lolos jadi makanan restoran dan berada di piring pelanggan. Lobster biru itu diselamatkan ketika ingin dimasak dari panci pada menit terakhir.

Krustasea super langka itu ditemukan oleh seorang kepala koki bernama Austin Hopley dalam akuarium sementara di dapur restorannya, The Hare on the Hill, yang berlokasi di Littleborough, Inggris.

Hopley mengatakan, dia sempat terkejut dan merasa bersalah, ketika menyadari betapa langkanya lobster itu. Hopley pun sempat memberi nama lobster biru itu Larry.

“Ada dua lobster dan saya melihat salah satunya berwarna biru safir. Saya tidak tahu mengapa warnanya biru. Namun, ternyata hewan laut itu benar-benar langka, jadi saya pikir, 'Saya tidak bisa membunuh ini'," kata Hopley dikutip The Sun.

Lobster biru Foto: National Lobster Hatchery, UK

Larry memiliki cangkang yang berwarna biru cerah. Hal ini sangat berbeda dengan lobster pada umumnya, yang memiliki cangkang berwarna cokelat atau abu-abu.

Akhirnya dengan rasa iba, Hopley memutuskan panci berisi air mendidih bukanlah tempat untuk krustasea langka itu, sehingga dia berusaha menemukan rumah baru bagi lobster Larry. Setelah berbagi cerita di media sosial, Hopley disarankan membawa Larry ke Sea Life Manchester.

  • Peluang melihat lobster biru

Menilik ke belakang tepatnya pada 2005, Profesor Ronald Christensen dari University of Connecticut menemukan lobster dengan warna yang serupa. Lobster itu mengalami kelainan genetik yang disebabkan oleh produksi protein dalam jumlah berlebih yang bercampur dengan molekul karotenoid merah (astaxanthin).

Hal itulah yang membentuk warna biru kompleks yang dikenal sebagai crustacyanin, yang menyebabkan warna cangkang lobster yang tidak biasa. Tapi lobster biru dalam hal rasa mungkin sama seperti lobster dengan lainnya yang berwarna merah.

Riset dari University of Maine Lobster Institute memperkirakan kemungkinan lobster berwarna biru memiliki peluang satu dari dua juta. Di sisi lain, seorang Profesor David Spiegelhalter di Cambridge University melakukan analisis kasar dengan berbasiskan data tangkapan lobster di Atlantik Utara.

Spiegelhalter menjelaskan, bahwa sekitar 200 juta lobster ditangkap di Atlantik Utara setiap tahun. Kemudian dari seluruh tangkapan, hanya ada 100 ekor lobster biru rata-rata dalam setahun. Peluang itu sama dengan satu banding dua juta.

Lobster biru tidak menjadi yang satu-satunya langka. Ada lobster kuning yang memiliki peluang kemunculannya satu banding 30 juta dari seluruh tangkapan nelayan, menurut Lobster Institute.

sumber: kumparan.com