SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Bupati Simalungun Radiapoh Sinaga dan seorang pejabat Disdik inisial VS dilaporkan atas dugaan korupsi penjualan foto dan majalah ke sekolah SD dan SMP se kabupaten Simalungun. 

Radiapoh pun angkat bicara dan menepis tudingan itu hingga menyebut dirinya tidak pernah memerintahkan siapapun untuk menjual foto dan menjual majalah ‘Marharoan Bolon’.

Ia pun menyikapi kasus itu secara positif, menyebut aksi penjualan foto dan majalah itu sebagai bentuk kecintaan terhadap Radiapoh dan wakilnya Zonny Waldi atau dikenal RHS-ZW.

"Saya menyikapi dari sisi positif saja, bahwa ada pihak yang mencintai RHS-ZW. Namun, harus dipahami bahwa dalam proses tersebut, saya tidak pernah melibatkan diri atau dilibatkan. Apalagi memberikan perintah, dan memberikan arahan kepada oknum tertentu," kata Radiapoh kepada sejumlah wartawan yang hadir di rumah pribadinya Jalan Surung Dayung, Kecamatan Siantar,, Senin (12/7/2021).

Sebelumnya, aksi penjualan foto dan majalah ini dilaporkan LSM Bina Daya Sejahtera Simalungun ke Kapolri dan Kapolda Sumut pada tanggal 9 Juli 2021.

Dalam laporan diterangkan kerugian negara yang timbul akibat penjualan foto serta majalah mencapai Rp 637,8 Juta, yang pembeliannya dipakai dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), melalui persetujuan oknum pejabat di Dinas Pendidikan inisial VS.

Baca: Diduga Korupsi Jualan Foto dan Majalah, Bupati Simalungun Dipolisikan