Siantar, hetanews.com – Apresiasi yang begitu tinggi diberikan kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak yang mampu mengungkap kasus pembunuhan terhadap wartawan alm Marsal Harahap, dan juga mengungkap kasus pembakaran terhadap rumah wartawan Siantar.

Selain itu, kabar baik juga terungkap saat konfrensi pers di Mapolres Siantar, disaat mengungkap kasus pembunuhan alm Marsal Harahap, Kapoldasu dengan tegas mengatakan bahwa salah satu bandar narkoba Siantar telah diangkut ke Mapolda Tanjung Merawa untuk melakukan penyidikan lebih lanjut.

Menurut kabarnya diterima hetanews dari berbagai nara sumber, UH yang dibawa ke Tanjung Merawa dan terbukti hasil test urine positip sebagai pengguna sabu. Warga berharap hal tersebut menjadi pintu masuk untuk pihak kepolisian mampu mengungkap sindikat narkoba jenis sabu dan ekstasi di kota yang berhawa sejuk ini.

Hanya sesaat kabar baik dari orang no 1 di kepolisian Sumut, dimana terdengar info bahwa sudah 4 hari UH telah menghirup udara segar. Jangankan untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut, yang bersangkutan juga bebas dari masa rehabilitasi. Hal ini yang menjadi pertanyaan warga Siantar, sehingga bertanya apa kabar pak Kapoldasu?

Dengan lepasnya UH, beragam info telah beredar di masyarakat, bahwa saat ini telah dilakukan lobby lobby yang insentif terhadap pihak kepolisian agar yang bersangkutan bisa bermain lagi, yakni menjalankan bisnisnya untuk mengedarkan sabu sabu.

Apakah hal itu yang diinginkan oleh Kapoldasu, yakni generasi muda Siantar tidak pernah meninggalkan sabu sabu dari iklim pergaulannya, atau dengan menjalankan bisnis tersebut ada ratusan juta rupiah yang akan mengalir deras kepada pihak kepolisian.

Tentu saja ini menjadi pertanyaan yang langsung ditujukan kepada Kapoldasu Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, apakah tetap membiarkan peredaran narkoba jenis sabu berkembang biak secara besar besaran di kota Siantar?

Saat ini warga Siantar menagih janji dari kapoldasu waktu konfrensi pers kemarin, dimana bandar narkoba harus mendapat ganjarannya telah merusak masa depan generasi muda. Kalau memang hal ini tetap dilakukan tanpa ada kejelasan terhadap status UH dari pihak kepolisian, maka warga akan menganggap semua yang dilakukan oleh pihak kepolisian hanya ‘Lips Service’ tanpa ada tindakan yang jelas.

Bila hal ini tetap dibiarkan tanpa ada kejelasan, maka rasa percaya warga kepada pihak kepolisian akan kembali menurun padahal telah meningkat paska pengungkapan kasus pembunuhan wartawan. Warga Siantar  menanti jawaban tegas dari kapoldasu, karna menilai kepolres bahkan kasat narkoba Polres Siantar tidak berani bertindak.