Simalungun, Hetanews.com - Abdi Pramudia (19), remaja asal Huta Marihat Bayu Nagori Bah Joga Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi Simalungun, terbukti mencabuli pacarnya sebut saja Rina (13 tahun). Terdakwa divonis 7 tahun 6 bulan denda Rp 60 juta subsider 6 bulan kurungan.

Putusan tersebut dibacakan ketua majelis hakim Roziyanti SH didampingi dua hakim anggota Yudi Dharma SH dan Dessy Ginting SH dalam persidangan yang digelar secara online, Kamis (8/7) di Pengadilan Simalungun.

Vonis tersebut konform (sama) dengan tuntutan jaksa Devica SH. Terdakwa dipersalahkan melanggar pasal 81 (2) UU RI No 17/2016 tentang penetapan PERPPU No.1/2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23/2001 tentang perlindungan anak Jo pasal 64 (1) KUHP.

Sesuai fakta yang terungkap dalam persidangan, perbuatan cabul itu dilakukan terdakwa pada Selasa, 29 Desember 2020 sekira pukul 18.00 wib di rumah terdakwa. Korban Rina datang bersama temannya Nazla Apriani. Lalu korban diajak masuk ke kamar oleh korban disuruh kusuk badan.

Korban naik ke atas punggung terdakwa yang sudah dalam posisi telungkup. Korban memijat dengan cara memijak tubuh terdakwa dan diintip oleh saksi Nazla. 

Lalu Nazla pergi meninggalkan terdakwa bersama korban hingga keduanya melakukan persetubuhan. Dengan bujuk rayu, terdakwa berjanji akan bertanggungjawab jika korban hamil.

Sesuai visum No 1100/VI/UPM/I/2021 dijumpai selaput darah korban sudah tidak utuh lagi. Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban kehilangan masa depan.

Atas vonis tersebut, terdakwa didampingi pengacara dari LBH (PK) Perjuangan Keadilan Frans Silalahi SH, terdakwa diberi kesempatan selama 7 hari untuk menyatakan menerima ataupun mengajukan banding.