Simalungun, hetanews.com – Salah satu BUMN yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit, yakni PTPN 4 Distrik 1 dan 2 mengalami gangguan yang datang dari para penggembala sapi, dimana dengan sengaja membawa masuk sapi sehingga merusak tanaman yang ada di dalam kebun tersebut.

Dari hasil investigasi yang dilakukan oleh hetanews.com, para penggembala sapi bukan tidak mendapat bantuan dari pihak kebun, dengan memberikan lokasi yang jauh dari tempat penanaman sawit muda, atau lokasi yang rawan apabila dimasuki oleh sapi.

Namun nyatanya, para penggembala seakan tidak memiliki aturan dan menganggap bahwa PTPN 4 adalah milik mereka sendiri. Lokasi lokasi yang tidak diperbolehkan masuk, akhirnya diterobos dan hal itu tentu saja merusak tanaman sawit yang muda.

Tentu saja apa yang dilakukan oleh penggembala sapi jelas membuat kerugian bagi PTPN 4, dimana direksi meminta mereka untuk meningkatkan produksi. Kesulitan ini bukan tidak dilaporkan kepada pihak terkait. Namun tetap saja mengalami kebuntuan dikarena para penggembala sapi seakan dilindungi.

Menurut pihak kebun, mereka menyadari bahwa menggembalakan sapi adalah salah satu mata pencarian warga setempat, karena itu memberikan ruang. Tapi yang dialami mereka sekarang ini, adanya tindakan suka suka dari para penggembala.

Adapun dampak negatif yang dirasakan pihak kebun diakibatkan oleh sapi sapi yang berkeliaran, yakni kotorannya saja bisa menghasilkan bakteri konoderma atau jamur, yang bagi akar serabut seperti kelapa sawit sangat rentan terhadap jamur.

Kenapa pihak kebun sengaja menumbuhkan rumput-rumput atau tumbuhan lain, agar bakteri yang dari bawah tidak langsung ke atas pohon, jadi bakteri itu punya makanan di bawah pohon, nah kalau rumput-rumput ini dimakan oleh sapi maka yang terjadi adalah bakteri langsung naik ke atas pohon.

Kalau penggembala sapi masih dibiarkan bertindak suka suka di areal perkebunan, hanya sebagian warga yang memiliki penghasilan karena sapi sapi yang ada bukan sepenuhnya milik warga tapi milik para pejabat dan pengusaha, kemudian peningkatan hasil produksi perkebunan akan mengalami penyusutan demi penyusutan.

Karena itu, diharapkan sekali tindakan tegas dari para direksi dan aparatur hukum untuk menindak para penggembala sapi yang suka suka memasuki areal perkebunan. Warga Indonesia jelas berharap hasil produksi sawit tinggi karena dapat meningkatan pendapatan negara, atau lebih diutamakan kepentingan para penggembala sapi daripada hasil produksi.

Hingga dengan sekarang pihak perkebunan masih tetap berjuang untuk meningkatkan hasil produksi. Mereka tidak akan bisa bekerja maksimal apabila tidak dapat dukungan untuk menertibkan para penggembala sapi yang bertindak suka suka.