Siantar, Hetanews.com - Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pematangsiantar Rendra Yoki Pardede SH MH didampingi Kasi Pidsus Nixon Lubis SH MH kepada wartawan menjelaskan, jika saat ini pihaknya sedang mendalami beberapa kasus korupsi. Diantaranya dugaan korupsi di Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Pematangsiantar, dugaan korupsi di Bank Mandiri Pematangsiantar dan dugaan korupsi di Dinas Lingkungan Hidup Kota Pematangsiantar.

"Ada 3 kasus yang sedang didalami, sedangkan kasus korupsi di PD PAUS Siantar sudah memasuki tahap persidangan," kata Rendra di ruang kerjanya, Selasa (6/7).

Ketiga kasus yang sedang didalami masih dalam tahap penyelidikan. Untuk kasus BTN terkait kredit macet tahun 2014 yang masih ada kaitannya dengan PD PAUS. Dugaan sementara kerugian lebih kurang sekitar 500 juta. Kasus di Bank Mandiri terkait lelang, jelas Nixon tanpa merinci perbuatan dugaan korupsi tersebut karena masih penyelidikan.

Sedangkan penanganan kasus dugaan korupsi di Dinas Lingkungan Hidup Kota Pematangsiantar terkait pekerjaan proyek Biopori di 2 lokasi, di Kelurahan Pondok Sayur dan Kelurahan BP Nauli senilai 292 juta yang bersumber dari APBD Tahun 2016.

Dalam kasus proyek Biopori, setidaknya tim Pidsus Kejari Pematangsiantar telah memeriksa belasan saksi-saksi termasuk mantan Kepala dinasnya Jekson Gultom. Sedangkan PPK nya Juswardi Sinaga masih ditahan dalam perkara lain di wilayah hukum Deli Serdang, Lubuk Pakam, kata Nixon.

"Kita sudah memanggil mantan Kadis Lingkungan Hidup Jekson Gultom dan juga beberapa saksi lainnya dalam perkara dugaan korupsi Biopori," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah.