Simalungun, Hetanews.com - Majelis hakim Roziyanti SH didampingi dua hakim anggota Mince Ginting SH dan Yudi Dharma SH menjatuhkan vonis 12 tahun penjara, denda Rp 60 juta subsider 6 bulan kepada terdakwa Aye S P (50). Putusan hakim konform (sama) dengan tuntutan jaksa Ratno Timur Habeahan Pasaribu SH MH dibacakan dalam persidangan online Pengadilan Negeri Simalungun, Senin (5/7).

Warga Dusun Dondong Sejati Kelurahan Jantera Stabat Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat dan juga beralamat di Huta I Boluk Nagori Boluk Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun dinyatakan bersalah melanggar pasal 81 (2) UU RI No 17/2016 tentang penetapan PERPPU No.1/2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23/2001 tentang perlindungan anak Jo pasal 64 (1) KUHP. Karena terbukti mencabuli keponakannya yang masih berusia 12 tahun sebut saja Suci (nama samaran).

Terdakwa yang tinggal serumah dengan korban di rumah oppung korban Nagori Boluk Kecamatan Bosar Maligas itu terbukti mengobok-obok dengan memasukkan jari tangan dan alat vitalnya sejak Januari 2020. Dengan diimingi akan diberikan uang 50 ribu rupiah.

Korban bersama ibunya S br Sinaga tinggal bersama terdakwa yang sudah menikah dengan tante korban Ridawanti Sinaga (saksi) di rumah peninggalan tersebut. Perbuatan itu dilakukan terdakwa, saat istrinya tidak berada di rumah.

Akibatnya, sesuai visum et revertum No.1206/VI/UPM/I/2021 yang dibuat dokter Martha Silitonga pada RSUD Djasamen Saragih, dijumpai hymen tidak utuh lagi.

Usai melampiaskan nafsu bejatnya, uang yang dijanjikan dikantongi lagi. Terdakwa terbukti secara paksa mencabuli keponakannya itu. Akibat perbuatan terdakwa, korban kehilangan masa depan dan mengakibatkan malu.

Atas putusan majelis hakim, terdakwa didampingi pengacara dari LBH Perjuangan Keadilan Fransiskus Silalahi SH menyatakan pikir-pikir.