Siantar, Hetanews.com - Pasca dilaporkannya oknum Anggota DPRD Siantar berinisial FS ke Polresta Siantar oleh pengacara Martin Onruso Simanjuntak SH pada Jumat (25/6/2021) lalu, kini jumlah korban yang membuat laporan  bertambah.

Masih didampingi Martin Simanjuntak, ke-3 korban lainnya JH, DT dan LS secara resmi melaporkan oknum yang sama yakni FS ke Polres Siantar pada Rabu (30/6/2021). 

"Jadi sudah ada 5 korban yang melaporkan FS, dalam laporan terpisah," jelas Marthin kepada Hetanews.com, Jumat (2/7) di Pematangsiantar.

Sebelumnya, korban Tienny Sulastri Sitohang dan Rugun mengalami kerugian Rp.900 juta telah melaporkan FS dengan nomor laporan LP/B/402/VI/2021/SPKT Polres Pematangsiantar dan laporan polisi nomor LP/B/401/VI/SPKT Polres Pematangsiantar 2021. Lalu pada Rabu (30/6/2021) ketiga korban juga membuat LP ke Polres dengan kerugian Rp.750 juta, sebut Martin.

Menurut Martin, terkait adanya laporan Ferry Sinamo yang melaporkan Kristofer Simanjuntak dalam kasus dugaan penipuan senilai Rp 63.8 Milyar lebih terkait bisnis trading saham, sama sekali tidak ada hubungannya dengan laporan klien kami.

"Karena klien kami, membuat perjanjian dengan FS dan menyetorkan sejumlah uang nya kepada Ferry Sinamo," jelas Martin.

Lebih lanjut dikatakan Martin, jika selama ini kliennya tidak pernah diberitahukan kalau uang tersebut akan diteruskan atau dikelola KS. Sehingga klien kami tidak mengetahui hal tersebut. FS lah yang melakukan bujuk rayu dan menjanjikan sesutu kepada klien kami sehingga klien kami yakin dan ikut dalam bisnis saham tersebut, ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya kronologis penipuan itu berawal saat klien kami ibu Tienny Sulastri Sitohang dan Rugun juga JH, DT dan LS diajak oleh terlapor Ferry SP Sinamo untuk memasukkan uangnya yang dijadikan modal usaha berbentuk saham dan kliennya dijanjikan akan menerima keuntungan 5 persen per bulan.

Di tahun 2020, keuntungan dari saham itu masih dirasakan kedua kliennya. Hanya saja di tahun 2021 ini, keuntungan 5 persen tersebut sudah tidak lagi diterima kliennya itu. Sebelum melaporkan anggota DPRD Siantar itu ke polisi, upaya kekeluargaan sudah pernah dilakukan kliennya. Namun, upaya itu tidak mendapat respon. 

“Bukti yang kita laporkan ke Polres Siantar adalah bukti setoran uang lewat rekening Ferry SP Sinamo dan bukan uang kontan. Bukti pelaporan kita yang lain adalah rekening koran dan perjanjian lainnya,” ujar Martin. 

Atas laporan beberapa korban ke Polres Siantar, Martin Simanjuntak SH selaku pengacara korban masih menunggu proses selanjutnya. "Saat ini kita masih menunggu proses dari kepolisian pasca membuat LP," sebut Martin lagi.