Simalungun, hetanews.com - Sebanyak 12 Petugas Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Kamis siang (01/07/2021) melakukan pemeriksaan yang dimulai dari tempat kediamannya Dirut Utama PDAM Tirta Lihou, Betty Sinaga, yang berada di Komplek perkantoran SKPD Pemkab Simalungun tepatnya Depan Kantor Dinas Kesehatan Simalungun sekira pukul 09:30 WIB.

Pengeledahan pun dilanjutkan ke kantor PDAM Simalungun hingga petang, Hal itu dilaksanakan untuk mengumpulkan sejumlah bukti terkait adanya dugaan  Korupsi yang dilakukan pihak PDAM Tirta Lihou, yang ditenggarai pengelontoran dana Sekira 14 milyar lebih pada Program SR-MBR, yang pengalokasian dana melalui APBN.

Terkait Dugaan penyimpangan dan penyelewengan dana pada program SR MBR anggaran tahun 2018 dan 2019, yakni Pemasangan Air Gratis pada ribuan masyarakat yang berada dibawah garis Kemiskinan, yang mana diduga disalahgunakan oleh pera direksi.

Kejatisu telah mengendus bau busuk tentang praktek kotor pada kantor PDAM Simalungun, yakni Praktek Korupsi dan juga Pungli. 12 orang tergabung dalam Tim Pemberantasan Anti Korupsi Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) melakukan penyitaan sejumlah berkas dan menyegel kantor Direktur Umum (Dirum) Helmut Purba.

Sebelumnya yakni di tempat kediamannya Dirut PDAM Betty Sinaga, pihak kejatisu ini pun berhasil  menyita sejumlah berkas yang akan diperiksa terkait penyimpangan dan penyelewengan terkait program SR MBR dimaksud.

Sementara Plt Sekda Simalungun yang yang masih menjabat sebagai Inspektorat Pemkab Simalungun Sudiahman Saragih, yang berhasil dimintai tanggapannya oleh awak media online ini, Jumat (2/7) menyebutkan, pihaknya belum bisa menyampaikan tanggapan apa-apa sebab dikarenakan baru menjabat.

Saat ditanya, apakah Inspektorat Simalungun, yang merupakan jabatan definitif dari Plh Sekda tidak melakukan penyidikan. Namun Sudiahman berujar bahwa dia harus melakukan kordinasi dengan pihak terkait tanpa menjawab esensi dari pertanyaan awak media, bahwa dimana kinerja inspektorat hingga kecolongan oleh Kejatisu.

Kemudian, Sudiahman juga menambahkan bahwa dirinya telah dipanggil oleh Kejatisu untuk memberikan keterangan terkait dugaan korupsi yang dilakukan oleh direksi PDAM Tirta Lihou, yang kemarin dilakukan penggeledahan oleh tim khusus.

Kehadiran Sudiahman di Kejatisu bukan sebagai Plh Sekda melainkan kepala Inspektorat yang seharusnya mencegas para PNS untuk melakukan kesalahan tindak pidana korupsi.