SIMALUNGUN, Hetanews.com - Eka Prasetya Siregar alias Eka (29) penduduk Huta III Aek Gerger Nagori Aek Gerger Sidodadi Kecamatan Ujung Padang dituntut 6 tahun denda Rp 800 juta subsider 6 bulan di sidang online Pengadilan Negeri Simalungun, Kamis (1/7). 

Terdakwa dipersalahkan melanggar pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang tanpa hak atau melawan hukum memiliki narkotika. Terdakwa terbukti memiliki 0,30 gram sabu. 

Menurut jaksa Barry Sugiarto Sihombing SH, terdakwa ditangkap anggota Polsek Bosar Maligas Indra Sahputra, Rio Septian dan Halomoan Siregar pada Selasa 9 Maret 2021 pukul 11.00 Wib di dekat lokasi Lapangan Bola voly di Kampung Saur Matinggi Kecamatan Ujung Padang Simalungun. Sebelumnya terdakwa Eka mengajak Putra (DPO) untuk belanja sabu secara patungan seharga Rp 300 ribu kepada Deprok (DPO). 

Setelah terdakwa menyerahkan uang kepada Deprok, lalu ia menerima satu kotak rokok Gudang Garam Surya berisi sepaket sabu. Ketika hendak pulang ke kampung Aek Gerger dengan naik sepeda motor tepatnya di pinggir jalan Afdeling VII PTPN IV Tinjowan, polisi menangkap terdakwa bersama barang bukti sabu, sementara Putra melarikan diri.

Hal yang memberangkatkan terdakwa menurut jaksa, karena tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Sedangkan hal meringankan, terdakwa mengakui terus terang perbuatannya dan menyesalinya.

Dalam persidangan, terdakwa didampingi pengacara LBH Perjuangan Keadilan (PK) Harfin Siagian SH memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan. Untuk putusan, sidang dipimpin hakim Mince Ginting SH ditunda hingga Kamis (8/7) mendatang.