Siantar, Hetanews.com - Aditya (35) warga Tomuan Kecamatan Siantar Martoba dituntut 8 tahun penjara denda Rp 1 Milyar subsider 6 bulan penjara dikurangi masa tahanan sementara yang telah dijalani. Ancaman hukuman jaksa Rahmah Hayati Sinaga SH dibacakan dalam persidangan online di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Rabu (30/6).

JPU menyatakan terdakwa bersalah melanggar pasal 114 (1) UU RI No 35/2009 tentang tanpa hak atau melawan hukum mengedarkan narkotika. Barang bukti ganja seberat 76,38 gram dan sabu seberat 0,42 gram dinyatakan dirampas untuk dimusnahkan.

Atas tuntutan jaksa, terdakwa didampingi pengacara Erwin Sidagambir SH dari Posbakum PN Siantar secara lisan memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan. Dengan alasan menyesali perbuatannya dan berjanji akan bertobat.

Menurut jaksa, terdakwa ditangkap Sat Res Narkoba Polresta Siantar Horas Butar Butar, A.Sidabutar dan Riki Sanjaya pada Sabtu, 30 Januari 2021 dari pinggiran sungai di Jalan Pitola Kelurahan Tomuan Kecamatan Siantar Timur. Dari terdakwa disita 3 paket sabu dan 77 paket ganja.

Barang bukti sebanyak itu diakui Aditya miliknya yang dibeli dari seseorang di jalan H Ulakma Sinaga Rambung Merah melalui Riki (DPO) seharga 700 ribu. Lalu sepaket sabu dan ganja yang diterima terdakwa di bagi menjadi 4 paket sabu dan 77 paket ganja.

Sepaket sabu telah dijual kepada siapa saja di pinggiran sungai Kelurahan Tomuan. Selain barang bukti sabu dan ganja juga disita uang pecahan 50 ribu.

Hal yang memberatkan terdakwa menurut jaksa karena tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dan belum pernah dipidana.

Majelis hakim diketuai Derman Nababan SH, menunda persidangan hingga Rabu depan dengan agenda pembacaan putusan. "Untuk putusan sidang ditunda hingga Rabu depan," katanya sambil mengetuk palu.