JAKARTA, HETANEWS.com - Yuni Shara menjadi salah satu selebriti yang mencintai dan mengoleksi tanaman di rumahnya, lewat unggahan YouTube berjudul “Atta Minta Restu Tante Aurel”, Yuni mengatakan selepas salat subuh gemar berbicara dengan tanaman miliknya.

Sepenuturan Yuni, saking dekatnya, ketika ia tak enak badan tanamannya ikut layu. Namun benarkah tanaman mampu tumbuh ketika sering diajak berbicara?

Mengutip The Guardian, Dr Dominique Hes, Ahli Biofilia dan Peneliti Utama di Holticulture Innovation Australia’s Plant Life Balance mengatakan, tanaman mungkin tidak mendengar seperti manusia, namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa berbicara dengan tanaman dapat mendukung perkembanganya, namun tidak dengan membentaknya.

Dr Dominique menjelasankan, berbicara kepada tumbuhan berkaitan dengan getaran dan volume, karena tanaman akan memberikan reaksi baik terhadap getaran tingkat rendah, idealnya sekitar 115 sampai 250 hz.

Dikatakan pula, Smithsonian dan Nasa telah menunjukkan bahwa getaran ringan membantu meningkatkan pertumbuhan tanaman, sementara getaran yang lebih kuat memiliki potensi memberikan efek negatif pada tanaman.

Hal ini dikarenakan getaran ringan mampu meningkatkan komunikasi dan fotosintesis pada tumbuhan, ia juga memberikan kemampuan melawan infeksi.

Dilansir Woder Polis, gagasan berbicara pada tumbuhan sebenarnya sudah lama, para ahli meyakini teori ini berasal dari buku Jerman Gustav Fecher (1848) yang menyatakan tanaman mungkin mampu merasakan emosi seperti manusia.

Selain getaran suara dan gagasan emosional, teori lain mengatakan bahwa karbondioksida yang dihasilkan ketika orang menghembuskan nafas mampu merangsang pertumbuhan tanaman, karena tanaman bersifat menyerap karbon dioksida.

Sementara itu, Kru acara televisi Mythbusters di tahun 2004 mencoba menguji teori berbicara pada tanaman dengan mendirikan tujuh rumah kaca dengan berbagai rekaman yang diputar sepanjang waktu, dua rumah kaca memutar ucapan negatif, dua rumah kaca memutar ucapan positif, satu rumah kaca memutar musik klasik, satu rumah kaca memainkan musik heavy metal, dan rumah kaca terakhir dibiarkan sunyi.

Hasilnya, dari semua rumah kaca itu, maka rumah kaca sunyi menunjukkan jumlah pertumbuhan tanaman paling sedikit, tanaman di rumah kaca dengan ucapan negatif dan positif tumbuh lebih cepat dari rumah kaca yang sunyi.

Sementara itu, rumah kaca dengan musik tumbuh lebih subur, khususnya yang diputarkan musik heavy metal. Peneliti dari Mythbusters menyimpulkan, menggunakan teori berbicara pada tumbuhan mungkin tidak terlalu membantu, namun tetap memberikan dampak yang menguntungan. Dan tetap diperlukan penelitian lanjutan tentang teori berbicara dengan tanaman.

Baca juga: Yuni Shara Temani Anak Nonton Film Porno, Ini Penjelasan Ahli

Sumber: tempo.co