SIMALUNGUN, hetanews.com - Setiap unit kebun di PT Perkebunan Nusantara IV memiliki cerita berbeda-beda terkait penertiban sapi diareal perkebunan, kali ini di Unit Kebun Mayang malah pegawai kebun ketika hendak menertibkan sapi, balik dimarahi oleh warga, bahkan sampai membawa senjata tajam (Sajam) untuk menakut-nakuti petugas.

Seperti yang diceritakan oleh Assiten Personalia Kebun (APK) Fatajiro Halawa, Selasa (29/06/2021), dia menceritakan kepada hetanews terkait kejadian yang ditimpa staff Unit Kebun Mayang saat hendak menertibkan sapi warga yang masuk ke tanaman muda kelapa sawit.

"Kadang mandor kita malah balik dimarahi warga waktu mereka mau usir sapi yang masuk, malah ada laporan kepada saya kalau mereka kadang ditakuti oleh warga dengan bawa parang,"ucapnya menceritakan kejadian yang dialami staffnya.

Padahal kata Fatajiro mereka telah melakukan sosialisasi kepada warga agar tidak memasuk areal perkebunan terkhusus tanaman muda kelapa sawit.

"Kita sudah sosialisasi bahkan sampai kepada Pangulu dan pihak kecamatan, yah kadang masyarakat ini membandel, masih aja bawa sapinya masuk ke areal perkebunan,"ucapnya.

Sapi-sapi yang berkeliaran di areal perkebunan Unit Kebun Mayang PTPN IV.

Masih kata Fatajiro berdasarkan hasil pendataan mereka, kebanyakan masyarakat di daerah Unit kebun Mayang hanya sebagai pengembala sapi saja, yang memiliki sapi-sapi tersebut adalah oknum-oknum pejabat.

Bahkan kata Fatajiro pernah oknum pejabat mendatangi mereka ketika salah satu sapinya mati diareal perkebunan dan menuntut kepada mereka atas kematian sapinya tersebut.

"Pernah juga itu oknum pejabat itu datang menuntut kepada kita karena sapinya mati, padahal waktu masuk ke areal perkebunan dapat ijin saja tidak malah menuntut sama kita,"kata Fatajiro menceritakan kepada awak media.

Fatajiro mengharapkan kerja sama dengan pemerintah setempat untuk sama-sama menertibkan sapi sehingga tidak menganggu produktifitas kelapa sawit.

"Kita harapkanlah kerja sama dari Pemerintah nagori, dan pemeritah setempat sama-sama melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menghimbau agar sapi-sapinya tidak memasuki areal kita, terkhusus tanaman-tanaman muda kita,"katanya