SIANTAR, Hetanews.com - Korban Investasi bodong secara resmi melaporkan Anggota DPRD Kota Siantar dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ferry SP Sinamo ke Polres Siantar, Jumat (25/06/2021), karena diduga melakukan penipuan/penggelapan hingga ratusan juta rupiah.

Kuasa hukum Martin Onruso Simanjuntak SH membenarkan jika kliennya Tienny Sulastri Sitohang dan Rugun telah menyetorkan dananya dalam bentuk saham kepada Ferry Sinamo. 

“Benar kita melaporkan Ferry SP Sinamo atas dasar penipuan dan penggelapan ke Polres Pematangsiantar. Dalam laporan kita ada dua orang korban, yakni, ibu Tienny dan ibu Rugun,” jelas Martin.

Lebih lanjut dijelaskan Martin jika laporan pengaduan mereka telah resmi diterima Polres Siantar, dengan nomor laporan LP/B/402/VI/2021/SPKT Polres Pematangsiantar 2021 atas nama pelapor Rugun, dan laporan polisi nomor LP/B/401/VI/SPKT Polres Pematangsiantar 2021.

“Laporan yang kita layangkan ke Polres Pematangsiantar, diawali (saat) ibu Tienny Sulastri Sitohang dan Rugun diajak oleh terlapor Ferry SP Sinamo untuk memasukkan uangnya yang dijadikan modal usaha berbentuk saham,” ujar Martin, sembari menjelaskan, kliennya dijanjikan akan menerima keuntungan 5 persen per bulan.

Janjinya, di tahun 2020, keuntungan dari saham itu masih dirasakan kedua kliennya. Hanya saja di tahun 2021 ini, keuntungan 5 persen tersebut sudah tidak lagi diterima kliennya itu. Hal itu membuat kedua kliennya mengadukan Ferry SP Sinamo ke Polres Siantar.

Sebelum melaporkan anggota DPRD Siantar itu ke polisi, upaya kekeluargaan sudah pernah dilakukan kliennya. Namun, upaya itu tidak mendapat respon. “Lalu tidak ada juga jalan keluar untuk mengembalikan sebagian uang milik korban. Maka dari itu korban membuat laporan,” ungkapnya.

Akibatnya, Tienny Sulastri Sitohang mengalami kerugian Rp 500 juta dan Rugun mengalami kerugian Rp 400 juta. 

“Katanya, uang yang diberikan korban dibuat ke saham dan sahamnya tidak jelas dimana,” tutur Martin.

Berawal dari ajakan main saham itu dilakukan Ferry SP Sinamo dengan mengatakan, kalau dirinya mendapatkan keuntungan dari memainkan saham tersebut.

“Dia sudah main saham dan mendapat keuntungan sekian, dan mengajak korban untuk masuk. Masuk lah kalian, supaya kita yang saling kenal ini saling membantu mendapat rezeki,” kata Martin menirukan ajakan Dinamo.

“Bukti yang kita laporkan ke Polres Siantar adalah bukti setoran uang lewat rekening Ferry SP Sinamo dan bukan uang kontan. Bukti pelaporan kita yang lain adalah rekening koran dan perjanjian lainnya,” tandasnya.

Adapun Tienny Sulastri Sitohang (52 tahun) merupakan warga Jalan Kisaran, Kelurahan Kristen, Kecamatan Siantar Selatan dan Rugun (62 tahun), merupakan warga Jalan J Wismar Saragih, Kota Siantar.