Simalungun, Hetanews.com - Dua pemuda Sopar Pardede (25) dan Nimrot Alexander Tarigan (24) warga yang sama di Huta I Tanjung Pasir Tanah Jawa, Simalungun masing-masing dituntut hukuman 3 tahun penjara. Karena diyakini jaksa sebagai pelaku tindak pidana pencurian.

Menurut jaksa Devica Oktaviniwaty SH dalam persidangan Jumat (25/6) di PN Simalungun, keduanya terbukti melakukan pencurian di rumah saksi korban Berta br Marpaung Huta Kampung Karo Kecamatan yang sama dengan terdakwa. Sejumlah perhiasan korban dan juga handphone milik korban berhasil dibawa kabur ke-2 terdakwa.

Barang barang berharga milik korban yang hilang antara lain cincin emas seberat 7 gram, mainan kalung emas bermata mutiara seberat 3 gram. Cincin mata berlian, uang tunai Rp.3 juta dan hp Oppo A37. Pencurian itu terjadi pada Jumat, 13 September 2020 sekira pukul 15.30 wib.

Sore itu, ke-2 terdakwa melihat korban mendatangi rumah marga Hutabarat yang masih bertetangga dengan korban. Lalu kedua terdakwa yang hendak pulang dari warung melihat pintu rumah korban terbuka. 

Sehingga timbul niat para terdakwa melakukan pencurian. Setelah mengambil sejumlah barang berharga milik korban, keduanya pergi ke Medan. 

Para terdakwa ditangkap pada bulan November 2020 atau 2 bulan setelah melakukan aksinya. Terdakwa diamankan saksi Sihol Pardede di kampungnya.

Perbuatan para terdakwa dipersalahkan jaksa melanggar pasal 363 (1) ke-4 KUH Pidana. Kedua terdakwa pun menyesali perbuatannya dan memohon kepada hakim agar hukumanya diringankan.

Untuk pembacaan putusan, sidang dipimpin hakim Roziyanti SH, dinyatakan ditunda hingga Rabu, 7 Juli 2021 mendatang.