SIANTAR, hetanews.com - Diduga sakit hati, 2 tersangka penembakan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seorang wartawan, Marsal Harahap sudah merencanakan pembunuhan sejak antara akhir bulan Mei hingga awal Juni lalu di rumah salah seorang tersangka di Jalan Seram Bawah No. 42, Pematangsiantar.

Motif pelaku yang merasa kesal dengan kelakuan korban yang selalu melakukan pemberitaan maraknya peredaran narkotika di tempat hiburan malam miliknya. Korban yang meminta jatah sebanyak Rp 12 juta perbulan serta 2 butir pil ekstasi perharinya. Karena kelakuan korban tersebut, S tidak bisa menjalankan usahanya.

S (57) yang merupakan pemilik Ferari Bar n Resto, yang pada tahun 2015 maju dari jalur independen sebagai calon walikota, meminta bantuan kepada bawahannya YFP atau Y (31), Humas Ferari Bar n Resto ditemani dengan A yang juga Humas Ferari Bar n Resto untuk memberikan pelajaran kepada korban.

Selanjutnya Y dan A bertemu di sebuah hotel di wilayah Kota Siantar untuk menindaklanjuti permintaan dari S.

Hari Jumat (18/6/2021) sekitar pukul 14.30 WIB, A menjemput Y di Jalan Vihara Kota Siantar dengan mengendarai mobil Kijang Innova menuju kedai tuak di Jalan Lindung untuk memantau korban.

Dari keterangan saksi, pada saat itu korban setelah dari kantornya datang ke kedai tuak milik Ibu Ginting di Jalan Lindung, Pematangsiantar.

Y menuju rumah korban melakukan pengecekan, kemudian kembali menjemput A menuju ke Hotel Alpina untuk bertemu dengan teman A di sebuah kamar hotel.

Sekitar pukul 22.30 WIB, Y dan A menuju Ferari Bar n Resto menitipkan sepeda motor tersangka Y. Dari sana menuju hotel Sapadia untuk meminjam sepeda motor honda vario milik teman A yang diamankan sebagai barang bukti.

Selanjutnya Y bersama A menuju ke rumah korban di Huta 7 Nagori Karang Anyar, Gunung Maligas, simalungun, namun sesampainya disana korban tidak ada di rumahnya.

Dari rekaman Cctv, terlihat Y dan A kembali menuju ke arah Kota Siantar. Tanpa disangka mereka berselisih dengan mobil korban yang sedang menuju ke rumahnya. Selanjutnya tersangka Y dan A berbalik arah menuju arah rumah korban.

Y mendahului korban sampai di TKP. Dikarenakan jalan yang menanjak, mobil korban berjalan perlahan. Tersangka Y yang mengendarai sepeda motor membonceng A yang sudah siap dengan senjatanya menuruni bukit yang ada disekitar TKP dan melangsungkan tembakan.

Peluru mengenai paha korban, tembus ke tulangnya yang mengakibatkan tulangnya patah dan pembuluh darahnya pecah sehingga korban mengalami pendarahan.

Pada saat ditemukan, korban masih dalam keadaan hidup dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit. Sesampainya disana, korban dinyatakan telah meninggal di dalam perjalanan.