Siantar, hetanews.com - Setelah pihak kepolisian berhasil mengungkap kasus kematian Mara Salem Harahap (42) dengan mengamankan 3 tersangka. 2 orang sipil dan 1 oknum aparat berinisial A selaku eksekutor.

Dua tersangka Su pemilik cafe dan resto Ferrari dan YFP selaku manager dan humas eksekutif, telah ditahan. Keduanya warga Kota Pematangsiantar yang merasa kesal karena selalu diberitakan korban.

YFP mengaku bekerja berdasarkan perintah pemilik cafe yakni Su (57). Su kesal dengan sikap korban, yang memerintahkan YFP memberi pelajaran dengan cara di bedil.

"Saya perintahkan agar korban diberi shock terapi dengan cara dibedil. Neh orang harus dibedil," kata S saat ditanya alasannya menghabisi korban.

S didepan sejumlah awak media di Mapolresta Siantar Kamis (24/6) mengatakan tidak bermaksud menghabisi nyawa korban, hanya memberikan shock terapi. 

"Saya juga meminta maaf kepada semua Abang Abang wartawan, saya menyesal dan siap dihukum," katanya.

Untuk pembelian senjata dan membayar jasa pelaku eksekutor, Su memberikan uang 25 juta kepada A dan 8 juta kepada YFP. Pelaku kesal karena korban kerap memberitakan usaha pelaku dan meminta sejumlah uang bulanan.

Su merupakan seorang yang cukup dikenal di Kota Pematangsiantar. Karena sebelumnya pernah menjadi calon Walikota Pematangsiantar tahun 2014. Dan sempat menjadi penanggung jawab di salah satu perusahaan besar di Siantar.